SAMARINDA – Lalu lintas kapal angkut batu bara hingga kapal penumpang di Sungai Mahakam tidak menjadi hambatan bagi Perumda Tirta Kencana Samarinda dalam memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) Samaqua. Manajemen memastikan seluruh air yang dipasarkan telah melalui proses pengolahan dan penyaringan berlapis sehingga memenuhi standar kualitas untuk dikonsumsi masyarakat.
Kepala Pabrik Samaqua Amin Ma'ruf menjelaskan, air baku yang digunakan tidak diambil langsung dari Sungai Mahakam untuk diproduksi menjadi air minum.
Menurutnya, air terlebih dahulu diolah di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol milik Perumda Tirta Kencana sebelum dialirkan ke pabrik Samaqua yang berjarak sekitar 200 meter untuk menjalani proses penyaringan lanjutan.
Baca Juga: Perumda Tirta Kencana Luncurkan Samaqua, Andi Harun Bidik Penguatan PAD Lewat Bisnis AMDK
"Justru karena kondisi Sungai Mahakam seperti itu, filtrasi menjadi sangat penting. Semua kandungan logam ditangkap oleh filter sehingga hasil akhirnya aman," ujarnya, Kamis (6/8).
Di pabrik, air melewati 11 tahapan filtrasi, termasuk menggunakan media Greensand Plus (GSP) yang berfungsi menyaring kandungan logam seperti mangan dan besi (Fe). Setelah itu, air juga diproses menggunakan sinar ultraviolet (UV) untuk menghilangkan bakteri sebelum dikemas.
Amin mengatakan kualitas air Samaqua telah memenuhi parameter kesehatan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tingkat keasaman (pH) berada pada kisaran 6,5 hingga 8, sedangkan kadar Total Dissolved Solids (TDS) rata-rata sekitar 65 ppm, yang masih tergolong baik untuk air minum.
"Semakin seimbang kandungan mineralnya, semakin baik pula karakter rasa air yang dihasilkan," jelasnya.
Selain proses penyaringan berlapis, pengawasan mutu juga dilakukan secara ketat pada setiap siklus produksi.
Setiap tangki air baku berkapasitas sekitar 10 ribu liter yang akan diproduksi diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium. Apabila hasil pengujian tidak memenuhi standar kualitas, seluruh air dalam satu siklus produksi langsung dibuang dan tidak dipasarkan.
"Kami tidak melakukan kompromi. Kalau tidak sesuai standar, langsung kami buang," tegasnya.
Untuk menjaga kinerja sistem penyaringan, seluruh filter juga menjalani proses backwash setiap hari sebelum produksi dimulai. Proses tersebut bertujuan membersihkan endapan yang tertahan selama penyaringan sehingga kualitas filtrasi tetap optimal.
Dengan rangkaian pengolahan tersebut, Amin memastikan aktivitas pelayaran maupun angkutan batu bara di Sungai Mahakam tidak memengaruhi kualitas produk yang diterima masyarakat.
"Kami menjamin Samaqua aman dikonsumsi," pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan