KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Setelah masa pemeliharaan proyek Teras Samarinda Tahap II berakhir pada 20 Agustus mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mematangkan persiapan pembukaan kawasan ruang publik baru tersebut. Jika tidak ada perubahan, Teras Samarinda Tahap II dijadwalkan mulai dibuka untuk masyarakat pada 1 September 2026.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, rapat koordinasi telah digelar bersama sejumlah instansi untuk memastikan seluruh kebutuhan operasional terpenuhi sebelum kawasan dibuka.
"Kami sudah rapatkan dengan berbagai instansi. Masa pemeliharaan Teras Samarinda Tahap II berakhir tanggal 20 Agustus, sehingga kita siapkan pembukaannya. Yang jelas, rencana kita buka tanggal 1 September 2026," ujarnya, Jumat (7/8).
Untuk sementara, pengelolaan kawasan dibagi kepada dua organisasi perangkat daerah (OPD). Area dermaga beserta aktivitas UMKM akan dikelola Dinas Perhubungan (Dishub), sedangkan taman dan pedestrian menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Baca Juga: Suzuki XL7 Hybrid Terbaru Resmi Meluncur di Kaltim, Simak Fitur dan Harganya
"Kami coba dulu seperti ini. Nanti sambil berjalan kita lihat perkembangannya, siapa tahu ke depan bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga," katanya.
Marnabas menjelaskan, Senin pekan depan pihaknya bersama dinas terkait akan meninjau langsung lokasi guna menentukan batas wilayah kerja masing-masing OPD. Hasil peninjauan itu selanjutnya akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda sebagai dasar final pembukaan kawasan.
"Setelah turun ke lapangan, nanti saya laporkan ke Pak Wali Kota. Kami berharap tanggal 1 September bisa dibuka. Tapi kalau Pak Wali minta lebih cepat atau ada pertimbangan lain, tentu mengikuti arahan beliau," ucapnya.
Pemkot juga menyiapkan tambahan anggaran untuk mendukung operasional kawasan, mulai dari pemeliharaan taman, kebutuhan listrik dan air, hingga pengamanan. "Iya, pasti ada tambahan anggaran karena ada biaya pengelolaan, penyiraman taman, listrik, air, termasuk pengamanan. Satpol PP juga akan kita libatkan," jelasnya.
Baca Juga: APBD Bontang 2027 Diprediksi Cuma Rp1,6 Triliun, Dana Kurang Salur Rp402 Miliar Tak Cair
Meski demikian, tidak seluruh area Teras Samarinda Tahap II langsung dibuka. Jalur pedestrian yang mengarah ke sungai masih ditutup sementara karena pekerjaan di lokasi tersebut belum sepenuhnya rampung. "Yang belum selesai tidak kita buka dulu demi keamanan. Yang dibuka nanti pedestrian di pinggir sungai dan kawasan dermaga," katanya.
Menurut Marnabas, peluang kerja sama dengan Perumda Varia Niaga maupun pihak ketiga tetap terbuka, namun saat ini pemerintah memilih mengelola kawasan tersebut secara bertahap. "Ke depan baru kita undang Perumda Varia Niaga atau mungkin pihak ketiga. Karena ini ruang publik, jadi tidak semata-mata bicara bisnis, ada fungsi sosial yang harus tetap dijaga," ujarnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung, Pemkot juga menyiapkan pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas berdasarkan pengalaman saat pembukaan Teras Samarinda Tahap I. Satpol PP, Dishub, dan DLH akan dikerahkan untuk mengatur keamanan dan mobilitas pengunjung.
Sementara itu, lahan parkir pengunjung akan diarahkan memanfaatkan area Pasar Pagi yang dinilai cukup luas dan relatif kosong pada sore hingga malam hari. "Kalau parkir nanti kita arahkan ke Pasar Pagi. Aktivitas pasar sudah selesai sore hari, jadi insyaallah cukup menampung kendaraan pengunjung Teras Samarinda Tahap II," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo