KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ekspansi bisnis Perumda Varia Niaga Samarinda belum sepenuhnya diikuti kinerja positif pada sektor pangan. Dalam evaluasi semester I 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut kembali memperkuat bisnis pangan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengendalian inflasi.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah lini usaha di luar sektor pangan justru memberikan keuntungan lebih besar. Salah satunya bisnis assist kapal. Sementara, sejumlah usaha pangan masih mencatat kinerja minus.
"Kami minta Varia Niaga jangan meninggalkan usaha dagang, khususnya sektor pangan. Memang usaha lain menguntungkan, tetapi Varia Niaga juga punya penugasan sosial ketika terjadi inflasi," ujarnya, Minggu (9/8).
Baca Juga: Korban Kebakaran Pasar Sepinggan Segera Dapat Lapak TPS, Bappeda: Lokasi Lama Sudah Tidak Ideal
Marnabas mencontohkan Bebaya Mart di Jalan Antasari yang masih mengalami kerugian. Padahal, sektor pangan selama ini turut mengangkat peran Varia Niaga dalam pengendalian inflasi hingga tingkat nasional.
Karena itu, ia meminta pengelolaan usaha pangan diperkuat melalui promosi dan strategi pemasaran. Menurutnya, bisnis yang terlihat kecil tetap memiliki potensi besar jika dikelola secara konsisten.
"Jangan karena dianggap kecil lalu ditinggalkan. Jual beras mungkin kecil, tetapi hitungannya ton. Sedikit demi sedikit akhirnya jadi gunung," katanya.
Pemkot juga mendorong Bebaya Mart di Jalan Perjuangan segera dioperasikan. Marnabas menilai penguatan jaringan usaha pangan penting agar mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan sekaligus mendukung pengendalian harga pangan.
Baca Juga: 234 Gerai KDMP Terbangun di Kaltim, 82 Koperasi Mulai Beroperasi
Selain bisnis pangan, Marnabas turut menyoroti pengelolaan Teras Samarinda. Ia meminta Varia Niaga mengembangkan pola bisnis yang tetap menjaga fungsi ruang publik dan estetika kawasan. Salah satunya melalui layanan pesan-antar makanan.
"Orang berwisata pasti perlu makan dan minum. Bisa dibuat sistem pesan-antar. Misalnya harga makanan Rp15 ribu, ditambah ongkos antar Rp1.000. Jadi tetap menghasilkan tanpa membuat Teras Samarinda kumuh," jelasnya.
Marnabas juga mengapresiasi kerja sama Varia Niaga dengan event organizer (EO) nasional menghadirkan pertunjukan musik. Namun, ia mengingatkan kegiatan tersebut tetap memperhatikan karakter Teras Samarinda sebagai salah satu ikon Kota Tepian.
"Teras Samarinda ini ikon Samarinda. Jangan sampai estetikanya terganggu. Kebersihan dan keamanan harus tetap dijaga," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo