SAMARINDA- Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda merekomendasikan pembangunan fasilitas penyeberangan sebelum Teras Samarinda Tahap 2 dibuka untuk umum. Rekomendasi itu muncul dalam peninjauan segmen 2 hingga 4 yang dilakukan Pemkot Samarinda, Senin (10/8). Selain zebra cross, Dishub juga mengusulkan pelican cross serta pemagaran median jalan untuk mencegah munculnya parkir liar.
Menurut Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu, Teras Samarinda Tahap 2 tidak menyediakan area parkir sehingga kendaraan pengunjung akan diarahkan ke kawasan Pasar Pagi dan Masjid Raya Darussalam. Karena itu, akses penyeberangan yang aman menjadi kebutuhan penting sebelum kawasan tersebut dibuka.
"Kebutuhannya adalah zebra cross dan pelican cross. Kalau memang ada dianggarkan di perubahan, ini yang kami sampaikan," ungkapnya.
Dia menyampaikan, zebra cross idealnya memiliki lebar sekitar lima meter dan dilengkapi satu pelican cross di masing-masing sisi jalan. Fasilitas tersebut diperlukan agar pengunjung yang memarkir kendaraan di Pasar Pagi maupun masjid dapat menyeberang menuju Teras Samarinda dengan aman.
"Idealnya jangan dulu dibuka kalau belum ada, karena nanti kami tidak bisa mengontrol," ujarnya.
Dia menjelaskan, Dishub juga meminta median jalan mulai dari kawasan Kantor Pos hingga depan Gedung Pasar Pagi dipagari. Pengalaman Teras Samarinda 1 menunjukkan median tanpa pagar berpotensi menjadi lokasi parkir liar ketika kawasan taman mulai ramai. "Kalau belum dipagar, masyarakat pasti akan parkir di tepi jalan. Ada parkir liar, nanti jukir liar juga muncul," jelasnya.
Dia menambahkan, kapasitas parkir sepeda motor di Pasar Pagi diperkirakan masih mencukupi untuk menampung pengunjung Teras Samarinda 2. Sementara kendaraan roda empat dinilai tidak terlalu menjadi persoalan karena pengunjung diperkirakan lebih banyak menggunakan sepeda motor. “Kami harap tidak timbul area-area parkir liar yang menyebabkan penyempitan dan kemacetan jalan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani