FKUB Samarinda Naikkan Level Kerukunan, Sasar Generasi Muda

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:43 WIB
Ketua FKUB Kota Samarinda periode 2026-2031, Syaparudin. HAFIZ/KP
Ketua FKUB Kota Samarinda periode 2026-2031, Syaparudin. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pertumbuhan penduduk dan geliat ekonomi Samarinda diproyeksikan semakin tinggi seiring perannya sebagai bagian dari kawasan pengembangan ekonomi bersama Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Balikpapan.

Di tengah kondisi itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda menilai menjaga harmoni masyarakat yang heterogen menjadi pekerjaan penting lima tahun ke depan.

Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan Kota Samarinda (TWAP) Syaparudin resmi dikukuhkan sebagai Ketua FKUB Kota Samarinda periode 2026-2031.

Ia mengatakan, Kota Samarinda memiliki posisi strategis dengan jumlah penduduk yang kini mencapai sekitar 893 ribu jiwa. Keragaman suku dan agama menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang perlu terus dirawat.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Truk di Balikpapan Makin Ketat, Dishub dan Polresta Siapkan Penindakan

Apalagi, Samarinda diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dalam konsep Tri-City Development Plan (TCDP) yang menghubungkan Samarinda, Balikpapan, dan IKN. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong urbanisasi dan membawa dampak sosial di tengah masyarakat.

"Sebagai FKUB tentu kita melihat Samarinda sebagai ibu kota provinsi posisinya sangat strategis. Masyarakatnya sangat heterogen, beragam suku dan agama. Ini tentu menjadi tantangan untuk terus merawat keragaman lintas agama," ujarnya, Selasa (11/8).

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama di Samarinda dan Kalimantan Timur selama ini telah terjaga dengan baik. Karena itu, FKUB tidak ingin hanya mempertahankan kondisi tersebut, tetapi mendorong kerukunan ke level yang lebih kuat melalui semangat moderasi beragama.

Baca Juga: Pajak Makan-Minum Bontang Tembus Rp15,38 Miliar, Bapenda Nilai Masih Menjanjikan

"Toleransi itu penghargaan lintas agama. Kita menghargai keberadaan agama lain. Tapi kita ingin naik level, semangat moderasi beragama harus lebih kuat. Moderasi beragama yang kuat melahirkan kerukunan beragama yang juga kuat," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, FKUB akan memperkuat kolaborasi dengan tokoh agama, pemerintah daerah, serta berbagai kelompok masyarakat. Salah satu fokusnya menyasar generasi muda melalui edukasi sejak dini.

FKUB berencana berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda untuk memperkuat pendidikan toleransi, kerukunan, dan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Program tersebut juga akan menyasar mahasiswa dan pemuda.

"Kita akan masuk sekolah-sekolah, memperkuat dialog lintas agama. Apa yang sering disebut sekolah kerukunan itu akan kita laksanakan ke depan," jelasnya.

Syaparudin menilai langkah edukasi dan mitigasi penting dilakukan sebelum muncul persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan. Sebab, konflik berbasis agama maupun suku membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Karena itu, FKUB mengapresiasi dukungan Wali Kota Samarinda terhadap program-program kerukunan, termasuk dukungan pendanaan kegiatan. Dukungan tersebut akan menjadi dasar bagi FKUB untuk menyusun program yang strategis dan berdampak langsung kepada masyarakat.

"Kerukunan itu amat sangat mahal. Banyak daerah yang mengalami konflik antaragama atau antarsuku, recovery-nya membutuhkan waktu lama. Karena itu, kita harus proaktif mengambil langkah edukasi dan mitigasi kepada masyarakat," tegasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Kerukunan umat beragama FKUB Samarinda kerukunan Samarinda moderasi beragama Samarinda toleransi antarumat beragama