KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Cuaca ekstrem di tengah musim kemarau mulai meningkatkan risiko krisis air dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pun memperkuat mitigasi sekaligus mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, masyarakat perlu menghemat penggunaan energi, termasuk air. Hal ini penting mengingat sebagian sumber air di Kaltim, termasuk Samarinda, bergantung pada sungai.
Surutnya Sungai Mahakam juga mulai berdampak terhadap distribusi logistik di sejumlah daerah. Andi Harun mencontohkan kondisi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang membuat harga kebutuhan pokok dan LPG 3 kilogram meningkat akibat terganggunya jalur transportasi sungai.
Baca Juga: Kembali Fasilitasi TC Timnas eFootball di Samarinda, Bluefin Esports Pertegas Komitmen untuk Negara
"Dalam situasi seperti ini kita harus waspada. Kewaspadaan dimulai dari kesadaran bersama, terutama dalam menghemat pemakaian air," ujarnya, Rabu (12/8). Di sisi pemerintah, mitigasi dilakukan untuk mengantisipasi defisit air sekaligus meningkatnya risiko karhutla.
Dalam sepekan terakhir, dua kebakaran lahan terjadi di Palaran dan Sempaja. Penanganan dilakukan oleh Disdamkarmat/PMK, BPBD, dan DLH Kota Samarinda. Andi Harun juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
Sebab, penurunan debit air sungai dan kebakaran secara bersamaan dapat memperumit penanganan. "Kalau terjadi kebakaran di satu sisi dan penurunan debit air di sungai di sisi lain, itu menambah kompleksitas masalah. Pemerintah siaga dan menyiapkan mitigasi, tapi kami juga berharap kesadaran masyarakat," katanya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Mobil Listrik, Wuling Mitra EV Kini Punya Peran Baru sebagai Ambulans
Selain langkah teknis, orang nomor satu di Kota Tepian itu mengajak masyarakat lintas agama memperkuat ikhtiar melalui doa. Bagi umat Islam, ia menyebut salat istisqa dapat dipertimbangkan sebagai bentuk doa memohon turunnya hujan.
Mitigasi pemerintah terus dilakukan BPBD, DLH, Disdamkarmat, hingga Dinas PUPR untuk mengantisipasi berbagai dampak cuaca ekstrem. "Mudah-mudahan situasi ini cepat berlalu," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki