KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Warga Kota Tepian tahun ini harus menerima kenyataan tanpa Pawai Pembangunan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memilih mengalihkan anggaran kegiatan tersebut ke program yang dinilai lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, keputusan meniadakan Pawai Pembangunan diambil sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, ia memastikan peringatan HUT ke-81 RI tetap berlangsung meriah, hanya saja pusat kegiatan digeser ke tingkat kelurahan.
"Ya bukan cuma masyarakat, kami juga menyayangkan. Tapi kita sudah sepakat mengurangi acara-acara seremonial tanpa mengurangi sakral dan meriahnya acara HUT Dirgahayu ke-81," ujar Andi Harun kepada Kaltim Post, Rabu (12/8).
Baca Juga: Sempol Ikan Bikin Lidah Gatal, MBG SPPG Bontang Utara 4 Setop Distribusi 2.651 Porsi
Menurutnya, anggaran yang biasanya digunakan untuk Pawai Pembangunan diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Di antaranya membayar utang pemerintah, membiayai BPJS Kesehatan, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Andi Harun menyebut, penyelenggaraan Pawai Pembangunan membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar. Dalam kondisi efisiensi seperti saat ini, anggaran tersebut dinilai lebih tepat dialihkan untuk kebutuhan prioritas.
"Sayang kalau habis sampai Rp2 miliar sampai Rp2,5 miliar untuk kegiatan pawai. Kalau uang ada, uang banyak, kita akan tetap laksanakan," katanya.
Sebagai gantinya, Pemkot Samarinda mendorong setiap kelurahan menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut meliputi pertandingan olahraga, jalan sehat, berbagai perlombaan hingga pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Guru SMP di Balikpapan Dilaporkan soal Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Temukan Indikasi Pidana
Andi Harun mengatakan, kegiatan di tingkat kelurahan tersebut telah berlangsung dan akan terus berjalan hingga puncak peringatan pada 17 Agustus mendatang.
"Biarlah di kelurahan yang ramai. Sekarang sudah berlangsung di seluruh kelurahan, ada pertandingan olahraga, kegiatan UMKM, jalan sehat dan macam-macam lomba," jelasnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta pengertian masyarakat atas ditiadakannya Pawai Pembangunan tahun ini. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan konsekuensi dari upaya pemerintah melakukan efisiensi sekaligus memastikan anggaran tetap menyasar kebutuhan yang lebih mendesak.
"Saya minta maaf, saya mohon pengertian masyarakat bahwa untuk tahun ini kemungkinan kita tiadakan dalam rangka efisiensi," tuturnya.
Andi Harun berharap kondisi keuangan daerah ke depan kembali memungkinkan sehingga Pawai Pembangunan dapat digelar lagi. Ia meminta masyarakat tetap ikut memeriahkan HUT ke-81 RI melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan di lingkungan masing-masing. "Mudah-mudahan, mohon doanya, tahun depan kita bisa adakan lagi," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo