Kerja Bakti Teras Samarinda Tahap II, 275 Personel Turun Bersih-Bersih

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:30 WIB
KEBERSIHAN: Sejumlah personel membersihkan kawasan Teras Samarinda Tahap II Segmen 2, 3 dan 4 sebelum dibuka untuk masyarakat, Jumat (14/8). (HAFIZ/KP)
KEBERSIHAN: Sejumlah personel membersihkan kawasan Teras Samarinda Tahap II Segmen 2, 3 dan 4 sebelum dibuka untuk masyarakat, Jumat (14/8). (HAFIZ/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Persiapan menyambut pembukaan Teras Samarinda Tahap II mulai digenjot. Sebanyak 275 personel lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan hingga komunitas diterjunkan dalam kerja bakti di Segmen 2, 3 dan 4, Jumat (14/8).

Kerja bakti tersebut menyasar sejumlah fasilitas dan area di sekitar Teras Samarinda. Mulai pedestrian, rumput, drainase hingga kawasan muara Sungai Pasar Pagi yang dipenuhi gulma, kayu dan tanaman.

Baca Juga: PLN Bontang Kembali Padamkan Listrik, Puluhan Kawasan Terdampak Siang Ini

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut tinjauan lapangan yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Samarinda pada Senin lalu.

"Hari ini kita agendakan kerja bakti dengan melibatkan 12 OPD, kecamatan dan kelurahan. Ada juga tambahan dari komunitas serta UMKT. Total kurang lebih 275 personel yang hadir di lapangan," ujarnya, Jumat (14/8).

Baca Juga: Ketahuan Sembunyikan Sabu Dalam Jaket, Polisi Tangkap Lansia di Muara Pasir

Sejumlah armada turut dikerahkan. Di antaranya tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar), unit speedboat dan mobil tangki BPBD, tiga unit dari tim Hantu Banyu dari PUPR, serta kapal Karisma dan speedboat milik DLH.

Suwarso menjelaskan, armada tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembersihan kawasan, termasuk muara Sungai Pasar Pagi. Petugas juga menyiram rumput, membersihkan drainase, mengangkat gulma serta material kayu yang berpotensi menghambat aliran sungai.

Baca Juga: Komite Disiplin AFI Paser Jatuhi Sanksi Terhadap Pemain dan Perangkat Pertandingan

Menurutnya, kerja bakti menjadi bagian dari persiapan pembukaan Teras Samarinda Tahap II agar kawasan tersebut segera dapat dinikmati masyarakat.

Untuk mengantisipasi sampah dan material kembali menumpuk di muara, DLH juga menyiapkan pemasangan jaring sementara. Ke depan, akan dibuat penyaring semi permanen menggunakan wiremesh yang dapat dibuka-tutup.

"Setidaknya ini mengantisipasi kayu-kayu besar yang pasti akan mengganggu aliran sungai di samping Pasar Pagi menuju Sungai Mahakam. Supaya tidak terjadi genangan," jelasnya.

Sementara untuk penanganan gulma dan endapan lumpur dalam skala lebih besar di tepian Sungai Mahakam, DLH masih berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda.

DLH telah meminta BWS membantu menyusun strategi penanganan sekaligus estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kebutuhan peralatan. Opsi penanganan, kata Suwarso, antara lain menggunakan ponton maupun excavator amfibi. "Untuk DLH, kami masih menunggu informasi lanjutan dan arahan dari Pak Asisten II," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
DLH UMKT Suwarso Teras Samarinda