SAMARINDA – Banjir masih menjadi persoalan bagi warga di sekitar Jalan Pasundan, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu. Pelebaran drainase yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sekitar dua tahun lalu belum sepenuhnya mengatasi genangan.
Perbaikan sebelumnya memang membuat air lebih cepat surut. Jika sebelumnya genangan dapat bertahan berjam-jam, kini air umumnya surut dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, kawasan tersebut masih berpotensi tergenang ketika hujan dengan intensitas tinggi.
Persoalan salah satunya berada di bagian hilir sistem drainase. Saluran yang mengalir dari Jalan Pasundan menuju Sungai Mahakam, terutama di kawasan Jalan Gunung Cermai hingga melintasi Jalan RE Martadinata, dinilai belum memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung dan mengalirkan debit air.
Lurah Jawa Mukmin mengatakan, pemerintah tahun ini berencana meningkatkan kapasitas drainase pada kawasan tersebut. Tahapan persiapan telah dilakukan dan konsultan sebelumnya juga telah turun untuk melakukan peninjauan.
Baca Juga: Antisipasi Banjir Kiriman, DPRD Samarinda Minta Void Tambang Kukar Dijadikan Penampung Air
“Kemarin konsultan sudah datang. Rencananya dilaksanakan mulai Agustus dan sudah disosialisasikan,” ujarnya, Kamis (20/8).
Menurut Mukmin, saluran yang akan ditangani merupakan kelanjutan dari sistem drainase Jalan Pasundan-Jalan Gunung Cermai. Posisi saluran tersebut cukup penting karena menjadi jalur pembuangan air menuju Sungai Mahakam.
Karena itu, pembenahan pada bagian hilir diperlukan agar sistem drainase yang telah diperbaiki di Jalan Pasundan dapat berfungsi lebih optimal.
“Ini sambungan dari yang kemarin di Pasundan, ukurannya masih belum ideal. Kalau yang ini belum dibereskan, masih tetap banjir,” terangnya.
Drainase 197 Meter
Rencana pekerjaan mencakup pelebaran drainase sepanjang sekitar 197 meter. Saluran tersebut direncanakan memiliki lebar sekitar 5 meter dengan kedalaman 2 meter.
Jalur drainase akan melintasi kawasan Jalan Gunung Cermai dan menyeberangi Jalan RE Martadinata sebelum bermuara ke Sungai Mahakam.
“Detail spesifikasinya ada di DPUPR,” singkatnya.
Mukmin mengatakan, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan koordinasi lintas instansi karena jalur drainase bersinggungan dengan ruas jalan utama. Sosialisasi sebelumnya telah melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, konsultan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta pihak terkait lainnya.
Terlebih, pekerjaan akan melintasi jalan nasional sehingga pengaturan lalu lintas menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sejak awal.
“Karena ini melintasi jalan nasional, kami harap kejelasan rambu ketika ada rekayasa lalu lintas,” pungkasnya.
Pemkot Samarinda berharap peningkatan kapasitas saluran di bagian hilir dapat memperbaiki sistem pembuangan air dari kawasan Pasundan hingga Sungai Mahakam. Dengan demikian, pelebaran drainase yang telah dilakukan sebelumnya dapat memberikan dampak lebih optimal dalam mengurangi genangan di kawasan tersebut.
Editor : Muhammad Ridhuan