SAMARINDA – Roster pada bagian depan kantin SD di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda, Kecamatan Palaran mendadak runtuh, Kamis (20/8) sore. Insiden tersebut terjadi setelah salat Asar, sekitar pukul 16.00 Wita. Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian itu karena saat roster runtuh tidak ada aktivitas makan maupun siswa di sekitar lokasi.
Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SMA, Rabiatul Adawiyah mengatakan, bagian yang runtuh merupakan roster pada sisi depan kantin. Saat kejadian, siswa tidak sedang melakukan aktivitas makan sehingga posisi mereka cukup jauh dari titik robohnya dinding bagian ats tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban karena pada saat itu tidak ada kegiatan makan,” ujarnya Jumat (21/8).
Dia menjelaskan, dugaan terdapat bagian konstruksi yang kurang kuat sehingga roster tersebut tidak mampu bertahan. Perbaikan langsung dilakukan dan pada Jumat (21/8) bagian yang rusak telah kembali ditangani. “Mungkin ada konstruksi yang kurang kuat. Tapi sudah dalam proses perbaikan,” jelasnya.
Dia menambahkan, sekolah akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kantin dan bangunan lain di lingkungan SRT 2 Samarinda. Pemantauan diperlukan untuk memastikan tidak ada bagian konstruksi yang berpotensi membahayakan siswa. “Nanti kita perlu evaluasi lagi kantin berikutnya, mungkin harus dipantau dan dikontrol lagi,” tambahnya.
Dia menyebut, kejadian tersebut tidak mengurangi aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, namun mereka diingatkan tidak mendekati area yang masih dalam pengerjaan. “Kami hanya mengingatkan anak-anak untuk tidak mendekati lokasi-lokasi yang masih dikerjakan,” tuturnya.
Untuk mengurangi debu dari aktivitas proyek, penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore dengan bantuan pihak PU serta pelaksana proyek. Tim dari lingkungan Pemkot Samarinda juga telah meninjau lokasi dan memberikan sejumlah rekomendasi terkait aspek perbaikan serta keselamatan bangunan.
Terpisah, Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SD, Pahrijal, menyebut kerusakan roster diduga karena konstruksinya kurang kuat. Kantin tersebut sebenarnya sudah digunakan siswa untuk kegiatan makan pada pagi, siang, dan malam hari. “Kurang kuat saja,” singkatnya.
Pahrijal memastikan aktivitas makan siswa tetap berlangsung di kantin setelah bagian roster yang runtuh diperbaiki. Selain perbaikan pada bagian yang roboh, roster lain yang masih terlihat baik juga ikut diperiksa dan diperbaiki untuk mengantisipasi kejadian serupa. “Kami minta bagian-bagian lainnya juga dicek,” singkatnya.
Berdasarkan pantauan media di lapangan, kompleks SRT 2 Samarinda yang pembangunannya belum rampung 100 persen sudah mulai digunakan untuk kegiatan belajar sejak Jumat (30/7). Pada angkatan kedua ini, jumlah siswa yang menempati sekolah tersebut mencapai 270 orang. (*)
Editor : Ismet Rifani