SAMARINDA- Pemkot Samarinda meminta masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya potensi intrusi air laut yang dapat memengaruhi kualitas air baku, terutama di wilayah Palaran.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, kondisi air baku saat ini masih dalam batas aman meski terjadi perubahan kadar akibat pengaruh pasang surut. Pemantauan menunjukkan kadar yang sebelumnya sempat mencapai 17 ppm kini berada di kisaran 12 ppm. “Imbas pasang surut, Naik turun terdampak di Palaran, tetapi insyaallah masih aman,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (21/8).
Dia menjelaskan, kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi karena kemarau berpotensi berlangsung lebih panjang. Pemkot meminta Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana Samarinda melakukan pemantauan kondisi air setiap hari dan menyampaikan laporan secara berkala sebagai dasar mitigasi.
“Untuk air bersih, kami minta dewan pengawas Perumda Tirta Kencana memantau setiap hari dan memberikan laporan. Jangan sampai monitoring ini lepas,” jelasnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta ikut menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air bersih secara seperlunya. Imbauan tersebut dinilai penting agar konsumsi tidak meningkat saat kondisi sumber air baku menghadapi tekanan akibat kemarau. “Kami berharap warga bijak menggunakan air,” pungkasnya.
Sebelumnya, Perumda Tirta Kencana Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi air baku karena muka air Sungai Mahakam mulai menurun. Sungai tersebut menjadi salah satu sumber utama air baku untuk sistem penyediaan air minum di Samarinda.
Meski 21 instalasi pengolahan air (IPA) masih berproduksi normal, kondisi ke depan tetap menjadi perhatian. Jika hujan belum turun, terutama di wilayah hulu Mahakam, penurunan muka air dapat semakin memengaruhi kondisi sumber air baku. (*)
Editor : Ismet Rifani