SAMARINDA- Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda di Kelurahan Simpang Pasir Kecamatan Palaran, belum juga rampung hingga akhir Agustus. Padahal, saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli lalu, tim pelaksana pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut pekerjaan ditargetkan selesai pada awal Agustus.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap calon siswa tambahan angkatan kedua yang berjumlah 90 orang. Mereka belum dapat menempati asrama karena sejumlah bangunan di kompleks SRT 2 Samarinda masih dalam tahap pengerjaan.
Kabid Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda Sofyan Agus mengatakan saat ini pihaknya memastikan seluruh 90 siswa tambahan telah berhasil dijangkau, termasuk calon siswa yang berasal dari luar Samarinda.
Namun, belum bisa masuk ke asrama, karena asrama dan bangunan sekolah belum sepenuhnya siap, pihaknya tengah meminta konfirmasi kepada satuan kerja (Satker) Kementerian PU. “Silakan konfirmasi ke Satker PU,” ujarnya, Senin (24/8).
Dia menjelaskan, Pemkot Samarinda juga terus berkoordinasi untuk mengecek kembali kesiapan fasilitas SRT 2. Meski demikian, kewenangan utama terkait penyelesaian pembangunan berada pada pihak pelaksana proyek dan koordinasi dengan kepala sekolah SRT.
“Iya, kami koordinasi untuk dicek kembali. Tetapi yang lebih berwenang adalah dari pihak kepala sekolah SR untuk selalu berkoordinasi dengan Satker PU, dan ini sudah dilakukan sejak persiapan MPLS kemarin,” jelasnya.
Sebagai informasi, SRT 2 Samarinda tahun ini menerima 270 siswa atau tiga kelas untuk setiap jenjang. Masing-masing kelas berisi 30 siswa. Dan telah mengikuti MPLS sejak 30 Juli lalu. Namun ada arahan dari Kementerian Sosial untuk menambah 90 siswa baru, masing-masing satu kelas, tiap jenjang. Sehingga total siswa angkatan kedua tahun ajaran 2026/2027 mencapai 360 siswa.
Sementara itu, saat Kaltim Post menyambangi lokasi sekolah pada Jumat (21/8), aktivitas pekerjaan masih terlihat di sejumlah bangunan. Belum lagi, sehari sebelumnya roster salah satu kantin yang digunakan anak SD, runtuh pada sore hari. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (*)
Editor : Ismet Rifani