SAMARINDA – Dermaga Harapan Baru di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, berpeluang kembali dioptimalkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menilai fasilitas tersebut dapat mendukung operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Harapan Baru yang mulai beroperasi sejak 18 Agustus lalu.
Selama ini, dermaga yang didominasi jetty dan trestle berbahan kayu ulin tersebut hanya digunakan sebagai tempat kapal bertambat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jembatan Mahakam.
Kondisinya yang mulai usang membuat fasilitas tersebut membutuhkan peningkatan, terutama setelah TPI Harapan Baru yang dilengkapi gudang cold storage mulai beroperasi. Lokasi TPI berada tepat di seberang dermaga.
Potensi pemanfaatan kembali dermaga itu menjadi perhatian Wali Kota Samarinda Andi Harun saat melakukan peninjauan lapangan, Senin (24/8).
Andi Harun meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, khususnya bidang yang menangani kepelabuhanan, segera memeriksa kondisi fisik dan kekuatan struktur dermaga.
Baca Juga: TPI Harapan Baru Dibuka 18 Agustus, Pengelolaan Masih Terkendala SDM
“Keberadaan dermaga dapat kembali difungsikan untuk mendukung aktivitas TPI Harapan Baru,” ujarnya.
Jadi Titik Bongkar Ikan
Andi Harun menyebut sebagian sisi dermaga, terutama bagian kiri, berpeluang difungsikan sebagai lokasi pendaratan kapal nelayan.
Namun, dermaga tersebut tidak akan digunakan sebagai tempat transaksi atau penjualan ikan. Fungsinya lebih diarahkan sebagai titik bongkar muat hasil tangkapan sebelum ikan dibawa menuju TPI Harapan Baru.
Konsep tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi ikan sekaligus memudahkan pedagang memasok kebutuhan TPI maupun cold storage.
“Tidak seperti di TPI Selili yang langsung jualan ikan. Jualannya tetap di TPI seberang, cuma tempat bongkar saja. Supaya pedagang tidak terlalu jauh mengambil dari Selili atau tempat lain untuk memasukkan ikan ke TPI Harapan Baru atau cold storage kita,” jelasnya.
Menurut Andi Harun, secara kasat mata kondisi dermaga masih memungkinkan untuk dimanfaatkan. Namun, pemerintah tidak ingin terburu-buru menggunakannya sebelum memastikan aspek keselamatan dan kelayakan teknis.
Sejumlah pekerjaan diperlukan, antara lain perbaikan landasan serta pengerukan perairan untuk memastikan kedalaman memenuhi kebutuhan pelayaran kapal nelayan.
“Kami minta tim Dishub menyiapkan perencanaan teknis sebelum menentukan langkah penanganannya,” katanya.
Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi
Lebih jauh, Andi Harun melihat kawasan Pelabuhan Harapan Baru memiliki potensi dikembangkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurutnya, fasilitas kepelabuhanan dapat diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pelabuhan kita di Harapan Baru itu sebenarnya barang mewah. Tinggal penataannya yang paling berat,” ujarnya.
Karena itu, penataan kawasan tidak hanya akan berfokus pada pembangunan fisik. Pemkot Samarinda juga menilai perubahan pola aktivitas masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan tersebut.
Andi Harun mengatakan pemerintah membutuhkan dukungan sekaligus masukan dari masyarakat agar penataan Pelabuhan Harapan Baru tidak sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan dan masukan publik agar pengembangan kawasan berjalan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan