Diskes Ingatkan Warga Waspadai ISPA dan Sengatan Panas saat Musim Kekeringan

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:44 WIB
PERINGATAN DINI: Diskes Samarinda terus mengingatkan masyarakat untuk meningkat kewaspadaan terhadap penyakit yang mengganggu kesehatan di musim kering.
PERINGATAN DINI: Diskes Samarinda terus mengingatkan masyarakat untuk meningkat kewaspadaan terhadap penyakit yang mengganggu kesehatan di musim kering.

SAMARINDA- Cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering selama musim kekeringan perlu diwaspadai masyarakat Samarinda. Selain meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat debu dan asap karhutla, paparan suhu tinggi juga dapat memicu sengatan panas (heat stroke).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda dr Ismid Kusasih mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi tersebut. Terlebih, kekeringan dapat disertai peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang berdampak terhadap kualitas udara.

“Tetap selalu waspada terhadap situasi kekeringan dan dampak karhutla, terutama terhadap ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” ujarnya, Minggu (30/8).

Dia menjelaskan, udara kering, debu, dan asap karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kondisi ini berpotensi memicu sejumlah gejala, mulai dari batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan hingga demam. “Kelompok yang lebih rentan antara lain anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis,” jelasnya.

Di sisi lain, dr Ismid berpesan agar masyarakat juga mewaspadai sengatan panas akibat paparan suhu tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan mengganggu fungsi tubuh.

“Gejalanya antara lain pusing, lemas, mual, keringat berlebihan, kulit terasa panas hingga suhu tubuh meningkat. Dalam kondisi berat, bisa menyebabkan pingsan bahkan kematian,” pesannya.

Dia menambahkan, untuk mengurangi risiko, agar masyarakat memperbanyak minum air putih, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, serta menutup jendela dan pintu saat udara luar berdebu atau berasap. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dihindari pada siang hari, terutama pukul 10.00–16.00 Wita. “Lebih baik menghindari potensi terjadi masalah kesehatan. Agar masyarakat juga meningkatkan kewaspadaanya,” tambahnya.

Dia memastikan fasilitas kesehatan pemerintah tetap siap menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut. “Fasilitas kesehatan kami siap melayani indikasi masalah kesehatan seperti di atas,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, sejumlah penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan, seperti ISPA, asma, dan pneumonia, menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan teknis, kualitas udara Samarinda masih dalam kondisi baik. Pengaruh asap sempat dirasakan akibat kebakaran di wilayah perbatasan, khususnya Sambutan . “Semua sudah bergerak. Kaltim juga sudah bergerak, Kota Samarinda juga sudah bergerak, sehingga pantauan udara kita senantiasa dilakukan,” pungkasnya, beberapa waktu lalu. (*)

Editor : Ismet Rifani
Diskes Samarinda dr Ismid Kusasih waspadai ISPA musim kemarau