SAMARINDA – Antusiasme warga mengunjungi Teras Samarinda 2 sejak kawasan tersebut diresmikan Sabtu lalu mulai memunculkan persoalan baru. Lonjakan pengunjung turut meningkatkan aktivitas parkir di sekitar kawasan, termasuk munculnya kendaraan yang diparkir sembarangan di badan jalan.
Kondisi tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memperketat pengawasan. Pengunjung, khususnya yang menuju Teras Samarinda 2, diminta memanfaatkan kantong parkir resmi yang telah disediakan.
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengimbau masyarakat tidak memarkir kendaraan di tepi jalan maupun di area dermaga Pasar Pagi.
“Mohon apabila ke Teras 2 untuk parkir kendaraan di parkiran Pasar Pagi atau halaman Masjid Raya,” tegasnya, Selasa (1/9).
Menurut Hotmarulitua, penertiban diperlukan bukan hanya untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mencegah potensi kecelakaan dan menekan munculnya juru parkir (jukir) liar.
“Jangan sampai kita semua terkena sanksi pelanggaran. Mari tertib parkir dimulai dari kita agar tidak muncul oknum jukir liar, tidak menimbulkan kemacetan, serta risiko kecelakaan,” jelasnya.
Baca Juga: Baru Dua Hari Dibuka, Parkir Liar Sudah Muncul di Teras Samarinda II, Dishub Kempeskan Ban Motor
Kendaraan Ditindak
Dishub Samarinda tak hanya memberikan imbauan. Penindakan terhadap kendaraan yang parkir di lokasi terlarang mulai dilakukan.
Pada Senin (31/8), petugas menggembosi ban kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan di Jalan Gajah Mada, tepat di depan Masjid Raya Darussalam.
Penertiban juga diperketat di kawasan Teras Samarinda 2. Berdasarkan pantauan Selasa (1/9), area yang sebelumnya kerap digunakan masyarakat untuk memarkir kendaraan telah ditutup menggunakan barrier beton.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengendalikan aktivitas kendaraan di sekitar kawasan yang semakin ramai dikunjungi masyarakat.
Di sisi lain, persoalan parkir dinilai tidak hanya dapat diselesaikan melalui penertiban. Dishub berharap pengembangan transportasi umum ke depan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak mengunjungi Teras Samarinda maupun kawasan Pasar Pagi.
Hotmarulitua mengatakan, pemerintah menargetkan transportasi publik menjadi salah satu pilihan masyarakat pada 2027.
“Di Teras Samarinda 2 sendiri telah disiapkan dua titik halte. Saat ini, satu halte telah terbangun untuk mendukung trayek 2A dan 2B. Ke depannya semoga 2027 Samarinda ada public transport sebagai moda angkutan pilihan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kunjungan ke Teras Samarinda, kebutuhan pengelolaan mobilitas kawasan menjadi pekerjaan lanjutan bagi pemerintah. Penataan parkir, pengawasan kendaraan, hingga pengembangan angkutan umum diharapkan dapat berjalan beriringan agar kawasan publik tersebut tetap nyaman tanpa menambah persoalan lalu lintas di sekitarnya.
Editor : Muhammad Ridhuan