Cegah Karhutla di Samarinda, Mabes TNI Kerahkan 9 Prajurit Beri Penyuluhan Ke Masyarakat

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:17 WIB
Tim penyuluhan karhutla Mabes TNI mengunjungi BPBD Samarinda untuk memperkuat pencegahan karhutla, Selasa (1/9).  (HAFIZ/KP)
Tim penyuluhan karhutla Mabes TNI mengunjungi BPBD Samarinda untuk memperkuat pencegahan karhutla, Selasa (1/9).  (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda tak hanya mengandalkan pemadaman. Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut turun tangan dengan mengerahkan sembilan prajurit untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Sembilan personel tersebut merupakan bagian dari 97 personel gabungan TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) yang diterjunkan ke seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Mereka akan bertugas selama satu bulan untuk membantu pencegahan dan penanganan karhutla.

Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Brigjen TNI Yohanes Hari Murdani mengatakan, pengerahan personel tersebut merupakan perintah Panglima TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, termasuk karhutla.

"Kami dari tim penyuluhan Mabes TNI sesuai dengan perintah Panglima TNI untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah Kota Samarinda. Tujuannya menyadarkan masyarakat terhadap bahaya kebakaran," ujarnya, Selasa (1/9).

Baca Juga: Lahan Sengaja Dibakar Menjelang Magrib! Petugas Dishut Kaltim Berjibaku Padamkan Api

Sebelum diterjunkan ke lapangan, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Panglima Kodam (Pangdam), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hari Murdani menyebut keterlibatan TNI dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari operasi militer selain perang, khususnya dalam membantu pemerintah daerah menangani bencana. 

"Peran dan tugas TNI itu salah satu operasi militer selain perang, membantu pemerintah daerah dalam salah satunya adalah bencana alam. Dalam hal ini kebakaran hutan dan lahan," jelasnya. Penyuluhan akan menyasar sejumlah kelompok masyarakat, mulai petani yang membuka lahan, tokoh masyarakat, pelajar hingga masyarakat umum.

Baca Juga: WALHI Kaltim Ungkap 13 Ribu Hotspot Berada di Wilayah Konsesi Tambang dan Perkebunan

Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla serta mendorong peran aktif dalam pencegahan. "Intinya menyadarkan kepada masyarakat terhadap metode peran serta pencegahan," Katanya.  Ia berharap kehadiran tim Mabes TNI dapat memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kota Tepian.

Terkait kondisi karhutla di Samarinda, Hari Murdani menilai penanganan sejauh ini berjalan baik. Berdasarkan data BPBD Samarinda, sejumlah titik kebakaran yang muncul berhasil dikendalikan. "Melihat data yang disampaikan Kepala BPBD Samarinda, penanganannya sudah sangat luar biasa. Kebakaran yang muncul sejauh ini telah ditangani dengan baik hingga titik api terkendali," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
El Nino 2026 karhutla Kaltim karhutla Samarinda bpbd samarinda