SAMARINDA – Warga di kawasan yang terdampak intrusi air laut tak perlu khawatir kesulitan mendapatkan air bersih. Perumdam Tirta Kencana Samarinda menyiapkan skema layanan air gratis, baik melalui mobil tangki maupun keran yang tersedia di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA).
Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik mengatakan, layanan tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi apabila intrusi air laut membuat operasional IPA harus menyesuaikan jam produksi.
Pihaknya juga telah menginformasikan mekanisme pemberian bantuan air bersih kepada masyarakat.
“Nanti bisa melalui RT yang berkoordinasi, kemudian mobil tangki kami datang dan diberikan secara gratis,” ujarnya, Kamis (3/9).
Selain layanan mobil tangki, Perumdam juga menyediakan keran air di sejumlah IPA yang berada di wilayah terdampak. Salah satunya di IPA Palaran. Warga dapat mengambil air secara mandiri menggunakan jeriken atau wadah lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Boleh saja mengambil mandiri, sepanjang untuk kegiatan sehari-hari,” jelasnya.
Baca Juga: Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam Mulai Mereda, IPA Palaran Masih Belum Normal
Untuk pengambilan dalam jumlah kecil, kata Taufik, saat ini belum diberlakukan pembatasan. Namun, warga yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar dapat menghubungi contact center Perumdam untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan armada tangki.
Langkah tersebut dilakukan seiring pemantauan terhadap kondisi air baku Sungai Mahakam yang masih dipengaruhi intrusi air laut selama musim kemarau.
Dari total 21 IPA yang dimiliki Perumdam Tirta Kencana Samarinda, saat ini baru IPA Palaran yang terdampak. Produksi di instalasi tersebut harus dibatasi ketika kandungan klorida pada air baku mencapai sekitar 225 parts per million (ppm).
Taufik memastikan pelayanan air bersih secara umum masih aman hingga memasuki minggu pertama September. Meski demikian, evaluasi terus dilakukan untuk memantau perkembangan intrusi air laut di Sungai Mahakam.
“Kami akan lihat kembali bagaimana perkembangan intrusi air laut di Sungai Mahakam. Mudah-mudahan hujan turun sehingga kondisi kembali normal,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan