SAMARINDA – Rencana pembersihan tepian Sungai Mahakam di sekitar Teras Samarinda 2, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Kota, dievaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Anggaran yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp800 juta kini dinilai bisa ditekan hingga maksimal Rp100 juta.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, setelah melihat langsung kondisi lapangan, pembersihan kawasan tersebut tidak perlu dijadikan proyek yang dibiayai melalui APBD. Penanganan dapat dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan mekanisme gotong royong.
Hal itu disampaikan Andi Harun saat meninjau Teras Samarinda 2 bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta tim terkait, Jumat (4/9).
“Kami berpikir untuk apa kita keluarkan Rp800 juta dan masuk dalam proyek APBD. Setelah saya lihat dari ujung ke ujung, ini cukup dengan mekanisme gotong royong,” ujarnya.
Di sepanjang tepian sungai masih terlihat tumpukan sisa potongan kayu, batang pohon, hingga gulma. Namun, menurut Andi Harun, kondisi tersebut tidak membutuhkan penanganan dengan anggaran besar.
Baca Juga: Intrusi Air Laut di Sungai Mahakam, Perumdam Samarinda Siapkan Air Bersih Gratis
Setelah dievaluasi, kebutuhan biaya diperkirakan hanya sekitar Rp50 juta hingga maksimal Rp100 juta. Pembersihan juga tidak harus dilakukan setiap hari, melainkan secara berkala dengan progres yang terukur.
DLH diminta mulai bergerak pekan ini dengan mengerahkan personel secara berkala, terutama pada akhir pekan. Penyisiran akan dilakukan di sepanjang tepian Teras Samarinda, mulai dari sampah plastik hingga potongan kayu berukuran besar.
Untuk material kayu berukuran besar, diperlukan alat pemotong agar lebih mudah diangkut. Andi Harun menargetkan persoalan tersebut dapat ditangani dalam satu hingga dua bulan dengan pembersihan dilakukan setiap pekan.
“Terpenting tiap minggu ada progres. Kita bisa mengatasi masalah ini tanpa harus memakai APBD,” jelasnya.
Selain penanganan sampah, Andi Harun mengingatkan pengunjung Teras Samarinda ikut menjaga kebersihan. Dia masih menemukan pengunjung membuang sampah tidak pada tempatnya meski fasilitas tempat sampah telah disediakan.
Menurutnya, kebersihan ruang publik tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi pengunjung diperlukan agar Teras Samarinda tetap nyaman digunakan masyarakat.
“Kebersihan Teras Samarinda merupakan tanggung jawab bersama agar ruang publik tersebut tetap nyaman dinikmati masyarakat,” pungkasnya.