KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih warga. Di kawasan Bayur, Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, warga terpaksa memanfaatkan air dari saluran irigasi setelah sumur mereka mengering.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda membuka layanan distribusi air bersih bagi warga yang mengalami krisis air, terutama untuk kebutuhan minum dan konsumsi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, warga dapat melaporkan kebutuhan air melalui call center Pusdalops BPBD, baik melalui WhatsApp maupun sambungan telepon.
"Kalau terjadi krisis air bersih, terutama untuk kebutuhan air minum atau dikonsumsi, komunikasikan saja dengan call center. Nanti kita suplai air bersih untuk kebutuhan minum atau konsumsi," ujarnya, Jumat (4/9).
Baca Juga: Turap Berusia 30 Tahun Bergerak, Pemkot Hentikan Pekerjaan Teras Samarinda II Segmen I
Suwarso menegaskan, bantuan air bersih tersebut diprioritaskan untuk minum dan memasak, bukan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Distribusi juga tidak dilakukan dari rumah ke rumah.
Menurutnya, air akan disalurkan ke titik penampungan yang dapat diakses bersama oleh warga. Skema tersebut diterapkan karena BPBD juga harus melayani wilayah lain yang mengalami kekeringan, termasuk Kecamatan Sambutan dan Palaran. "Gratis. Tapi tidak bisa per rumah tangga. Harus di tempat umum yang masyarakat di sekitarnya bisa mengakses dan mengambil," jelasnya.
Distribusi air bersih didukung armada tangki dari sejumlah pihak, mulai dari Perumdam Tirta Kencana, PMI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) hingga PUPR.
Baca Juga: Gedung hingga Hotel di Samarinda Belum Aman Kebakaran! Disdamkarmat Godok Aturan Sanksi
Suwarso menyebut, kekurangan air dapat terjadi karena sumur warga mengering maupun aliran Perumdam yang tersendat akibat keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut juga dipengaruhi intrusi air laut yang mengganggu sejumlah instalasi pengolahan air (IPA).
Karena itu, warga yang mengalami krisis air diminta segera melapor agar bantuan dapat disalurkan secara bertahap. Laporan diupayakan melalui kelurahan untuk memudahkan pendataan dan mencegah pengiriman bantuan ganda. "Usahakan laporannya melalui kelurahan, supaya satu pintu. Sebab nanti kalau beberapa tempat meminta lalu ter-double pengiriman, itu mubazir, termasuk penggunaan BBM mobil tanki," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki