Disdag Catat 800 Lapak Pasar Pagi Samarinda Belum Aktif, Ini yang Dilakukan Pemkot Terhadap Pedagang

Denny Saputra • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:08 WIB
CARI CARA: Pemkot masih berupaya meramaikan kembali aktivitas berjualan di Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota. (DOK/KP)
CARI CARA: Pemkot masih berupaya meramaikan kembali aktivitas berjualan di Pasar Pagi Kecamatan Samarinda Kota. (DOK/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemkot Samarinda masih berupaya mengaktifkan ratusan lapak di Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, yang hingga akhir Agustus belum digunakan pedagang. Dari sekitar 2.500 lapak yang tersedia, masih terdapat sekitar 800 lapak yang belum kembali digunakan untuk berjualan.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda Nurrahmani mengatakan, pihaknya sebelumnya telah memberikan peringatan kepada pedagang yang memiliki lapak agar kembali berjualan paling lambat Agustus. Kebijakan itu dilakukan agar lapak yang telah dibagikan dapat benar-benar difungsikan.

Baca Juga: Sering Dianggap Memicu Usus Buntu, Benarkah Biji Cabai Berbahaya?

“Waktu itu, kami peringati, ketika lapak tidak dipakai, maka SKTUB akan dicabut dan diberikan kepada pedagang lain,” ujarnya Senin (7/9).

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Samarinda pada akhir Agustus, pedagang meminta agar pemerintah tidak langsung mencabut SKTUB mereka. Dalam forum tersebut, terdapat 16 tuntutan pedagang, mulai permintaan penambahan eskalator hingga perubahan posisi lapak.

"Kami tidak akan  serta-merta mencabut, dan  memberikan ruang bagi pedagang untuk menyampaikan kendala sekaligus menunjukkan komitmen kembali berjualan," jelasnya.

Baca Juga: Kenali Tanda Gangguan Kesehatan Jiwa, Jangan Tunggu Krisis, Lakukan Skrining Sejak Dini

Dia menyebut, pemerintah akan memilah tuntutan tersebut dan memprioritaskan hal yang relatif mudah untuk direalisasikan. Salah satunya melalui dialog bersama pedagang di rooftop Pasar Pagi. “Karena tentu permasalahan ini tidak akan langsung selesai, makanya kami buat bertahap. Pada sesi pertama pembahasan difokuskan pada penataan grosir dan eceran. Dan harus dibuat komitmen,” sebutnya.

Dia berharap penataan dan pemenuhan sejumlah kebutuhan pedagang dapat mendorong lebih banyak pemilik lapak kembali berjualan. Tetapi kalaupun memang tidak sanggup berjualan, tentu harapannya lapak bisa dikembalikan sehingga dapat diberikan kepada pedagang yang berkomitmen berjualan.

Baca Juga: Dua Arah Pulang, Cerita Pendek Karya Bella Sapitri

"Pasar Pagi bukan dibiarkan kosong, melainkan harus kembali menjadi pusat aktivitas perdagangan yang digunakan pedagang untuk berjualan," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
belum aktif pasar pagi pedagang samarinda Lapak