Erupsi Kembali Ganggu Penerbangan Samarinda-Jakarta, Empat Flight Batal dan 600 Penumpang Terdampak

Denny Saputra • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 18:49 WIB
Bandara APT Pranoto, Samarinda.
Bandara APT Pranoto, Samarinda.

KALTIMPOST.ID-Ratusan calon penumpang kembali terdampak pembatalan penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda.

Senin (7/9), sebanyak empat penerbangan rute Samarinda (AAP)-Jakarta (CGK) pulang-pergi kembali dibatalkan akibat erupsi yang berdampak pada operasional penerbangan.

Empat penerbangan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan Batik Air, masing-masing maskapai Citilink dan Garuda Indonesia.

Kondisi tersebut membuat calon penumpang harus kembali menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.

Baca Juga: Kemarau Panjang Ancam 70 Hektare Lahan Pertanian Samarinda, 100 Petani Terancam Gagal Panen

Kepala UPBU Bandara APT Pranoto I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, pembatalan penerbangan rute Samarinda-Jakarta masih terjadi karena aktivitas erupsi.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. “Untuk rute Samarinda-Jakarta hari ini masih batal karena erupsi,” ujarnya dikonfirmasi Senin (7/9).

Dia menjelaskan, pembatalan penerbangan tidak bisa dipastikan sampai kapan karena sangat bergantung pada kondisi abu vulkanik dan hasil pengamatan di lapangan.

Informasi operasional penerbangan akan mengikuti Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan otoritas berdasarkan kondisi terkini.

“Tidak ada waktu yang pasti kapan NOTAM itu akan dicabut, ditambah atau diperpanjang. Semuanya melihat situasi pada saat itu,” jelasnya.

Menurut Kadek, abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang dapat membuat bandara tujuan ditutup sementara.

Kondisi tersebut bisa berubah sewaktu-waktu setelah dilakukan pengujian dan observasi kembali.

“Ketika dilakukan tes lagi, misalnya sejam kemudian atau tiga jam kemudian, ternyata didapati tidak ada lagi, NOTAM itu bisa dibatalkan,” terangnya.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Rumah Tahfizh Qur'an Ibnul, Tanamkan Kecintaan Al-Qur'an Sejak Dini

Dia menambahkan, kondisi angin juga membuat arah penyebaran abu sulit diprediksi secara pasti.

Perubahan pergerakan angin antara siang dan malam dapat memengaruhi ke mana abu vulkanik terbawa.

“Gunungnya tidak bisa kita ajak ngomong. Tidak bisa diprediksi, karena ketika abu keluar, angin membawa abu tersebut,” ungkapnya.

Untuk jumlah penumpang terdampak hari ini, pihak bandara masih melakukan pendataan.

Namun, berdasarkan rata-rata kapasitas pesawat sekitar 140 penumpang dan empat penerbangan terdampak, jumlah penumpang yang berpotensi terkena dampak berada di kisaran 600 orang.

“Operasional penerbangan masih menunggu perkembangan kondisi dan informasi dari BMKG. Karena itu, calon penumpang diminta mengikuti informasi terbaru dari maskapai maupun pihak bandara sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim abu vulkanik letjen lucky avianto Erupsi Anak Krakatau ibu kota nusantara