KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Intrusi air laut mulai mengganggu produksi air bersih di Samarinda. Perumda Tirta Kencana Samarinda mengurangi jam operasional sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang menggunakan air baku Sungai Mahakam, menyusul meningkatnya kandungan klorida hingga di atas ambang 250 ppm.
Dari total 21 IPA yang dikelola Perumda Tirta Kencana, sembilan IPA terdampak kondisi tersebut. Pengurangan operasional dilakukan agar produksi dan distribusi air bersih dapat menyesuaikan kondisi sumber air baku.
Baca Juga: Penerbangan Samarinda-Jakarta Kembali Normal, Penumpang Diminta Tetap Pantau Informasi
Sembilan IPA yang mengalami pengurangan jam operasional yakni IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana, dan Cendana. Produksi tidak lagi berjalan 24 jam dan akan kembali normal secara bertahap setelah kadar klorida turun di bawah 250 ppm.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda Taufik mengatakan kondisi tersebut merupakan dampak kemarau dan fenomena El Nino yang memengaruhi sumber air baku.
“Layanan ini sebagai bentuk antisipasi apabila intrusi air laut membuat operasional IPA harus menyesuaikan jam produksi,” ujarnya, Selasa (8/9).
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan hingga Akhir Tahun, Pemkab PPU Ajukan Tambahan Kuota Biosolar dan Pertalite
Dia menjelaskan, untuk menjaga kebutuhan warga, Perumda menyiagakan terminal umum serta menyediakan keran air gratis di sejumlah IPA yang terdampak. Warga dapat mengambil air secara mandiri dengan membawa jeriken atau wadah penampungan.
“Kami juga menyediakan keran air di sejumlah IPA yang berada di wilayah terdampak, misalnya IPA Palaran. Warga dapat mengambil air secara gratis menggunakan jeriken atau wadah lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Mahulu Dorong Program Pusat Disesuaikan dengan Kondisi dan Potensi Daerah
Perumda mengimbau pelanggan yang masih mendapat aliran air untuk menampung air sebagai persediaan dan menghemat penggunaan. Masyarakat juga diminta memastikan tempat penampungan bersih serta memanfaatkan terminal umum yang telah disiagakan selama kondisi berlangsung.
“Untuk pengambilan dalam jumlah besar, untuk permukiman, masyarakat dapat penghubungi call center perumda (0811553536) atau melalui ketua RT setempat,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki