KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap melanjutkan pembenahan fasilitas pendidikan. Wali Kota Samarinda Andi Harun mendadak meninjau SMP 4 dan SMP 5 Samarinda di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Helikopter Water Bombing Mulai Beroperasi, Bantu Tangani Karhutla di Samarinda
Peninjauan dilakukan setelah Andi Harun melepas helikopter water bombing di Bandara APT Pranoto Samarinda untuk membantu penanganan karhutla. Bersama Wakil Wali Kota Samarinda, ia kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk melihat kondisi kedua sekolah tersebut.
Di SMP 5 Samarinda, Pemkot berencana membangun aula, kantin, dan musala. Dari hasil peninjauan, sejumlah desain masih perlu dikoreksi, baik dari sisi arsitektur maupun rencana alokasi biaya.
Baca Juga: Penerbangan Rute Melak-Balikpapan Kembali Normal setelah Sempat Terhenti Karena Kabut Asap
Andi Harun menugaskan Plt Kepala Disdikbud Samarinda bersama Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang SMP menyiapkan paparan pada pekan depan. Ia meminta desain pembangunan disiapkan secara utuh agar pelaksanaannya bisa dilakukan bertahap jika anggaran belum memungkinkan.
"Kalau kita enggak bisa membangun sekaligus, kita bangun bertahap, tapi kita sudah memiliki full design-nya," katanya.
Baca Juga: Kejari Kutim Siapkan Forum Komunikasi dengan Wartawan Lewat Forwaka
Sementara itu, kondisi struktur SMP 4 Samarinda dinilai masih cukup baik. Namun, penataannya belum sebanyak SMP Negeri 5 yang lebih dulu direhabilitasi.
Pembenahan SMP 4 mencakup peremajaan satu ruang kelas, penataan ruang aktivitas siswa dan aula, ruang terbuka hijau, pengecatan, plafon serta sejumlah bagian interior untuk meningkatkan kenyamanan siswa dan guru.
Baca Juga: Jembatan Lembak di Bengalon Rusak Lagi, Truk Berat Dilarang Melintas
Menurut Andi Harun, pembenahan fasilitas sekolah merupakan bagian dari komitmen Pemkot Samarinda terhadap sektor pendidikan. Meski APBD dalam fase efisiensi, pembangunan tetap dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
"Efisiensi itu bukan berarti berhenti membangun. Kita dulu bisa bangun satu tahun sekaligus, sekarang bertahap. Tapi yang penting kan tidak berhenti membangun. Kalau bisa selesai dalam satu tahun, kita selesaikan. Kalau tidak bisa, ya mungkin dua tahun," tegasnya.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tetap menjadi komitmen pemerintah daerah. Pembangunan fasilitas sekolah akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.
"Yang penting komitmen dan afirmasi kita terhadap kemajuan pendidikan di Kota Samarinda terus berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki