Intrusi Air Laut Ganggu IPA Tirta Kencana, Rujab Gubernur hingga Perkantoran Terdampak

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:11 WIB
Operasional IPA Tirta Kencana terdampak kenaikan kadar klorida akibat intrusi air laut. (HAFIZ/KP)
Operasional IPA Tirta Kencana terdampak kenaikan kadar klorida akibat intrusi air laut. (HAFIZ/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Intrusi air laut mulai mengganggu produksi air bersih di Samarinda. Naiknya kadar klorida pada air baku Sungai Mahakam membuat Perumdam Tirta Kencana Samarinda mengurangi jam operasional 10 Instalasi Pengolahan Air (IPA), termasuk IPA Tirta Kencana di Jalan Tirta Kencana, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Ulu, yang menyuplai kawasan pusat kota.

Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik mengatakan, pengurangan jam operasional dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya kadar klorida akibat kemarau dan fenomena El Nino. Produksi dihentikan sementara jika kadar klorida melewati ambang 250 ppm.

"Sehubungan dengan kondisi kemarau dan fenomena El Nino yang berdampak pada kondisi sumber air baku, saat ini dilakukan pengurangan jam operasional pada 10 IPA," ujarnya, Kamis (10/9).

Baca Juga: Longsor Tepian Mahakam, Pekerjaan Teras Samarinda Segmen 1 Dihentikan di Area Terdampak

Sepuluh IPA tersebut yakni IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana, Cendana, dan Gunung Lipan.

Taufik menjelaskan, operasional IPA menyesuaikan kadar klorida pada sumber air baku. Jika kembali di bawah 250 ppm, produksi akan diaktifkan bertahap hingga normal.

Baca Juga: Buruh Perempuan Kutim Soroti Ancaman PHK dan Kontrak Singkat dalam RUU Ketenagakerjaan

Kondisi tersebut turut berdampak pada pelanggan IPA Tirta Kencana yang melayani Samarinda Kota dan sebagian besar kawasan pusat kota, termasuk sejumlah perkantoran serta Rumah Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

"Kalau untuk kantor-kantor terdampak. Kalau rujabnya gubernur masih ada terdampak. Namun, rujab gubernur juga memiliki bak besar yang masih bisa digunakan oleh pihak rujab," jelasnya.

Menurut Taufik, penyesuaian jam operasional tidak berarti pasokan air terputus selama 24 jam. Hal serupa dirasakan fasilitas dalam cakupan layanan IPA Tirta Kencana, seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dan Korem 091/ASN.

"Karena IPA Tirta Kencana mengirimkan air ke daerah kota, Kota Samarinda. Jadi yang wilayahnya di daerah kota itu pasti terdampak semua. Bukannya pasti total 24 jam, tapi kita pengurangan jam operasional," tuturnya.

Baca Juga: Proses MT Masuk Tahap Pembangunan Pilar, Ditargetkan Mulai Berjalan Tahun Depan

Taufik mengimbau warga menampung air saat aliran kembali tersedia dan menghemat penggunaannya selama intrusi air laut masih memengaruhi sumber air baku. "Kami imbau kepada warga Samarinda agar pada saat air mengalir ke rumah, bisa langsung menampung air terlebih dahulu. Apabila terkena intrusi air laut, kita akan stop dulu," pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
Perumda Tirta Kencana intrusi air laut ipa samarinda