KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Efisiensi anggaran tak menghalangi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat sektor pendidikan. Pembangunan fasilitas dilakukan bertahap dengan perencanaan menyeluruh agar keterbatasan anggaran tidak menghentikan pelayanan publik dasar.
Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat meresmikan tujuh satuan pendidikan di SDN 013 Samarinda Utara, Kamis (10/9). Ketujuhnya yakni TK Negeri 6, TK Negeri 9, SD Negeri 013 Samarinda Utara, SD Negeri 011 Samarinda Kota, SD Negeri 012 Samarinda Seberang, SMP Negeri 43, dan SMP Negeri 50.
Andi Harun mengatakan, peresmian tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tetap dapat diarahkan pada pendidikan dan kesehatan. "Hari Ini bukan sekadar monumen, tapi momentum. Jika kita melakukan efisiensi anggaran dan berkomitmen pada pelayanan publik dasar, terutama pendidikan dan kesehatan, maka bisa berwujud seperti hari ini," ujarnya.
Baca Juga: Sewa Mobil Dinas Pemkot Samarinda Diaudit, Penyedia Kembalikan Rp 3,7 Miliar
Menurutnya, pembangunan fisik bukan tujuan akhir. Fasilitas pendidikan harus turut mendorong transformasi pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Yang kita mau lihat hari ini bukan cuma sekolahnya yang menjadi bagus, tapi transformasi pendidikannya agar menghadirkan sistem pendidikan yang pada akhirnya men-trigger peningkatan kualitas sumber daya manusia kita di masa yang akan datang," jelasnya.
Andi Harun menilai perkembangan teknologi informasi dan perubahan dunia kerja membuat pendidikan harus semakin adaptif. Karena itu, guru yang unggul, teknologi pendidikan, serta pendidikan karakter dan kepribadian harus menjadi satu ekosistem. "Masa depan itu dibangun dari ruang-ruang kelas kita. Termasuk kemajuan Samarinda kita harapkan dibangun dari ruang-ruang kelas di sekolah-sekolah kita," katanya.
Baca Juga: Intrusi Air Laut Ganggu IPA Tirta Kencana, Rujab Gubernur hingga Perkantoran Terdampak
Di tengah efisiensi anggaran, pembangunan dilakukan bertahap dengan desain yang disiapkan sejak awal. Menurut AH, perencanaan tersebut membuat Pemkot dapat menyesuaikan waktu pengerjaan dengan kemampuan anggaran. "Kami bangunnya bertahap. Tapi kita sudah susun dari awal full design-nya. Kalau sudah ada full design, kita akan tahu ini berapa butuh biaya, kira-kira berapa lama. Apa cukup satu tahun? Kalau enggak bisa cukup satu tahun, ya dua tahun," jelasnya.
Ia menegaskan, selama APBD diarahkan pada belanja yang tepat, pembangunan tetap dapat dilanjutkan meski membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. "Yang penting mau saja, niatnya baik, mau mengarahkan APBD itu pada belanja yang benar, pasti ketemu jalannya. Sisanya insyaallah Allah yang bantu," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki