Pasokan Air Bersih Samarinda Berangsur Normal, Intrusi Air Asin Sisa di IPA Bantuas

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:43 WIB
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana, Cevi Wahyudi. HAFIZ/KP
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana, Cevi Wahyudi. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Distribusi air bersih di Samarinda berangsur pulih setelah ancaman intrusi air laut di Sungai Mahakam dinyatakan kembali ke kondisi normal, Senin (14/9). Perumda Tirta Kencana mengonfirmasi mayoritas instalasi pengolahan air (IPA) kini sudah kembali beroperasi melayani pelanggan.

Sebelumnya, intrusi air laut sempat memicu status krisis pada 10 September lalu. Saat itu, air asin merembes masuk hingga ke IPA Tirta Kencana, IPA Samarinda Seberang, dan IPA Gunung Lipan.

Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Cevi Wahyudi menjelaskan, kondisi klorida terus membaik setelah hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan kadar klorida. Pada 12 September, status berangsur turun ke tingkat siaga, lalu melandai ke status waspada pada 13 September.

"Per tanggal 14 September hari ini, kondisi kita sudah kembali normal. Dari sepuluh IPA yang sebelumnya terdampak, saat ini hanya menyisakan IPA Bantuas saja yang produksinya belum optimal," ujarnya, Senin (14/9).

Baca Juga: Berdarah Nias, Suahasil Nazara Kini Jadi Menkeu Prabowo: Putra Mantan Bupati Nias

Menurut Cevi, kadar klorida di sebagian besar IPA kini sudah berada di bawah ambang batas standar kelayakan, yakni di bawah 250 ppm. Fasilitas pengolahan seperti IPA Selili, IPA Sungai Kapih, IPA Kalhol, hingga IPA Pulau Atas sudah beroperasi secara penuh.

Cevi menerangkan bahwa IPA Bantuas masih mengalami kendala karena posisinya paling dekat dengan muara laut. Hingga Senin siang sekitar pukul 11.53 WITA, kadar klorida pada sumber air baku di IPA Bantuas masih bertengger di kisaran 1.000 ppm.

"Intrusi air asin pertama kali memang masuk melalui IPA Bantuas. Karena itu, waktu penurunannya juga memerlukan proses lebih lama dibandingkan instalasi lainnya," tuturnya.

Kendati demikian, Cevi menegaskan Perumda Tirta Kencana tidak menghentikan total pengolahan air di IPA Bantuas selama 24 jam penuh. Petugas di lapangan menerapkan skema buka tutup dengan mengurangi jam operasional produksi.

Baca Juga: Kemenperin Ungkap Mobil Listrik Nasional Buatan Pindad Siap Diproduksi 2028

Skema dinamis ini bergantung pada hasil pengujian mutu air baku yang dilakukan secara intensif. "Pemantauan kami lakukan tiap 15 menit sekali. Apabila kadar klorida menurun kita langsung produksi, tetapi saat naik kita setop sementara," tegasnya.

Intrusi air asin sebelumnya sempat menjalar ke 10 IPA secara berurutan di sepanjang aliran Mahakam. Wilayah terdampak bermula dari IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Tirta Kencana, Cendana, Samarinda Seberang, hingga IPA Gunung Lipan.

Menghadapi fluktuasi pasang surut air laut beberapa hari ke depan, Perumda Tirta Kencana meminta masyarakat tetap mengantisipasi potensi krisis serupa. Tim teknis akan terus memonitor kadar air baku secara berkala hingga sepuluh hari ke depan.

"Kami mengimbau warga selagi pasokan normal ini untuk menampung air dan menggunakan air secara bijak. Mudah-mudahan ada hujan di kawasan hulu maupun di Samarinda agar intrusi tidak berlanjut," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Perumda Tirta Kencana Berita Samarinda Distribusi Air Samarinda Intrusi Air Asin IPA Bantuas