Antisipasi Krisis Air Akibat Intrusi Air Asin, Enam Kelurahan di Samarinda Seberang Diberi Tandon

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 16:52 WIB
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi. HAFIZ/KP
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Bencana kekeringan dan ancaman intrusi air asin di Sungai Mahakam mulai diantisipasi secara masif oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Samarinda Seberang.

Pihak kecamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mendistribusikan belasan tandon air bersih ke seluruh kelurahan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan air dari Perumda Tirta Kencana.

Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi menjelaskan, pengajuan bantuan tandon darurat tersebut sudah diproses sejak pekan lalu. Saat ini seluruh kelurahan di wilayahnya telah menerima fasilitas penampungan air tersebut.

"Kami terus mengamati perkembangan terkait bencana kekeringan di Samarinda, terutama isu intrusi air asin yang masuk ke Sungai Mahakam dan mengganggu distribusi air bersih Perumda Tirta Kencana. Sejak minggu lalu kami mengajukan tandon ke BPBD, dan alhamdulillah enam kelurahan di Samarinda Seberang sudah menerima distribusi," ujarnya, Rabu (16/9).

Baca Juga: Tanah Kavling di Balikpapan Dijual Berulang, Lokasi Bisa Bergeser: Warga Diminta Waspada

Secara rinci, masing-masing kelurahan mendapatkan alokasi dua unit tandon berkapasitas 2.200 liter per unit. Dengan demikian, setiap kelurahan mengantongi cadangan tampungan air sebesar 4.400 liter, sehingga total tandon yang disebar mencapai 12 unit.

Fasilitas tandon penampungan tersebut tidak ditempatkan di kantor kelurahan, melainkan disebar ke titik-titik permukiman yang dinilai paling strategis dan mudah dijangkau masyarakat luas.

"Pihak kecamatan, kelurahan, dan warga menyiapkan sarana pendukung seperti dudukan tandon dan keran air. Kami juga membentuk mekanisme penyaluran dengan melibatkan L LPM, PSM, dan ketua RT setempat," tuturnya.

Baca Juga: Konflik Iran hingga El Nino Bayangi Ekonomi Global, OJK: SJK Masih Stabil

Meski sarana darurat telah bersiaga penuh di lapangan, kondisi distribusi jaringan air di wilayah Samarinda Seberang dinilai masih dalam status siaga dan terkendali.

Gangguan aliran air yang dirasakan warga saat ini masih berpola teratur, yakni terhenti pada siang hari dan kembali mengalir pada malam hari meski debitnya relatif kecil.

"Posisinya masih standby karena mati air masih terukur, siang mati dan malam masih nyala walaupun kecil. Jadi belum terjadi antrean panjang di masyarakat," bebernya.

Sejak sebulan lalu pihak kecamatan juga telah menggencarkan imbauan kepada warga agar mengoptimalkan penampungan air mandiri di rumah masing-masing, sejalan dengan arahan Wali Kota Samarinda dalam menghadapi dampak fenomena El Nino.

Selain penempatan tandon darurat di permukiman warga, pasokan air bersih juga disiapkan Perumda Tirta Kencana melalui terminal air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lipan.

"Kami siap manakala terjadi krisis untuk langsung menerima suplai dari Pusdalops BPBD Samarinda. Jika nanti kondisinya memburuk, kami akan kembali mengajukan tambahan pasokan sesuai kebutuhan di lapangan," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
air bersih Samarinda intrusi air asin Samarinda tandon air BPBD Samarinda krisis air bersih samarinda seberang