Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Samarinda, Batik Air Dialihkan ke Balikpapan

Denny Saputra • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 18:33 WIB
MEMBURUK: Salah satu pesawat Batik Air dari Jakarta dengan tujuan Bandara APT Pranoto Samarinda terpaksa mendarat di Balikpapan, Rabu (16/9). (DOK/KP)
MEMBURUK: Salah satu pesawat Batik Air dari Jakarta dengan tujuan Bandara APT Pranoto Samarinda terpaksa mendarat di Balikpapan, Rabu (16/9). (DOK/KP)

SAMARINDA – Kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Rabu (16/9). Jarak pandang yang sempat turun hingga 1.000 meter membuat pesawat Batik Air dari Jakarta tidak dapat mendarat dan harus dialihkan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Pesawat dengan nomor penerbangan BTK 6676 tersebut dijadwalkan tiba di Bandara APT Pranoto sekitar pukul 16.55 Wita. Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas membuat pesawat melakukan divert ke Balikpapan.

Kepala UPBU Bandara APT Pranoto Samarinda I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, pengalihan dilakukan karena jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi kondisi yang memungkinkan pesawat melakukan pendaratan.

“Hari ini ada satu pesawat, Batik dari Jakarta-Samarinda, tadi tidak bisa tembus karena jarak pandang 1.000 meter, akhirnya pesawat dialihkan ke Balikpapan,” ujarnya, Rabu (16/9).

Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Samarinda, Asap Karhutla Mengarah ke Bandara APT Pranoto

Meski demikian, kondisi jarak pandang mulai menunjukkan perbaikan pada sore hari. Dari sebelumnya sekitar 1.000 meter, jarak pandang meningkat menjadi 2.000 meter.

“Kondisi ke depannya semestinya meningkat. Sekarang sudah 2.000 meter, dari tadi 1.000 meter naik sudah 2.000 meter,” sebutnya.

Kadek menjelaskan, aktivitas penerbangan berikutnya masih bergantung pada perkembangan cuaca dan jarak pandang. Pihak bandara terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi dalam beberapa jam ke depan.

Apabila jarak pandang kembali berada di bawah batas aman, penerbangan berpotensi mengalami penundaan. Sementara keputusan untuk menunggu, mengalihkan, maupun membatalkan penerbangan menjadi kebijakan maskapai berdasarkan kondisi terbaru.

“Kondisi kabut asap saat ini sangat bergantung pada pergerakan angin sehingga sulit dipastikan secara pasti,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terus dilakukan. Operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak karhutla terhadap berbagai aktivitas.

“Kami sudah berusaha dengan adanya OMC dan water bombing. Ini sudah upaya maksimal yang dilakukan untuk mengantisipasi karhutla,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
karhutla Kaltim kabut asap Samarinda penerbangan Samarinda batik air bandara apt pranoto