KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Samarinda membuat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi paparan polusi, terutama bagi kelompok sensitif.
Kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kusasih menyampaikan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara belum kembali membaik. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
"Kelompok sensitif yang perlu mendapat perhatian meliputi anak-anak, terutama balita, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain itu, penderita penyakit jantung, ibu hamil, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau daya tahan tubuh lebih rentan, diharap lebih berhati-hati," ungkapnya, Kamis (17/9).
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, PM2.5 Samarinda Tembus 210,4 µg/m³
Dia juga mengimbau masyarakat mulai mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
"Langkah ini dilakukan untuk mengurangi paparan partikulat yang terdapat di udara," singkatnya.
Kondisi udara yang tercatat pada Kamis (17/9) menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 170 AQI US dengan polutan utama PM2.5. Kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Dampaknya dapat berupa iritasi tenggorokan, batuk hingga sesak napas, terutama pada kelompok rentan.
"Kami berharap warga memperhatikan kemunculan gejala seperti batuk, sesak napas atau iritasi tenggorokan. Jika keluhan berlanjut, masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi