KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Upaya meredakan dampak kabut asap yang menyelimuti Samarinda dilakukan dengan penyemprotan eco enzyme ke sejumlah wilayah.
Tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), BPBD, serta Polresta Samarinda mengerahkan tujuh unit tangki secara serempak.
Kepala BPBD Samarinda Suwarso mengatakan penyemprotan eco enzyme dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 17-19 September 2026.
Tujuh unit kendaraan tangki tersebut terdiri atas empat unit dari Disdamkar, dua unit BPBD dan satu unit dari Polresta Samarinda. “Kami juga masih menunggu dukungan stok eco enzyme,” ujarnya, Kamis (17/9).
Baca Juga: Menagih Empati dan Tanggung Jawab Kepala BGN
Dia menjelaskan, penggunaan eco enzyme menjadi salah satu upaya yang dilakukan di tengah kondisi udara Samarinda yang terdampak asap karhutla.
Cairan hasil fermentasi bahan organik tersebut dinilai memiliki sejumlah potensi manfaat terhadap lingkungan berdasarkan penelitian maupun pengalaman penerapan di lapangan.
“Eco enzyme ini diharapkan bisa membantu mengurangi bau tidak sedap dan polutan di udara. Penyemprotan dilakukan dalam bentuk kabut halus sehingga diharapkan memberikan dampak terhadap kondisi udara di sekitar lokasi,” jelasnya.
Menurut Suwarso, eco enzyme juga telah diteliti sebagai bahan yang berpotensi menurunkan jumlah mikroorganisme di udara. Penyemprotan kali ini sekaligus menjadi langkah mitigasi jangka pendek selama kondisi asap masih terjadi.
Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Digeledah! KPK Sasar Ruang Dirjen Lampri Terkait Suap HGB Summarecon
Tim gabungan akan bergerak menggunakan kendaraan tangki untuk menjangkau sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penyemprotan.
“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mengurangi dampak asap yang dirasakan masyarakat. Selama kondisi masih seperti ini, kita lakukan langkah-langkah yang bisa membantu,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo