PJJ Berakhir, 21 September Siswa TK-SD-SMP Kembali PTM di Sekolah

Denny Saputra • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 16:12 WIB
Ibnu Araby
Ibnu Araby

SAMARINDA- Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Kota Samarinda berakhir, Sabtu (19/9). Mulai Senin (21/9), kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka (PTM) di sekolah, meski Pemkot Samarinda masih meminta satuan pendidikan mewaspadai kondisi udara dan cuaca yang belum sepenuhnya normal akibat dampak karhutla.

Keputusan tersebut disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda setelah rapat koordinasi pembahasan dan evaluasi PJJ dampak karhutla, Minggu (20/9). Rapat yang dimulai pukul 14.30 Wita itu dipimpin Sekretaris Daerah Kota Samarinda dan dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait.

Plt Kepala Disdikbud Samarinda Dr Ibnu Araby MM.Pd menjelaskan, hasil evaluasi memutuskan PJJ telah berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin (21/9). “Disampaikan bahwa PJJ telah berakhir, dan terhitung sejak tanggal 21 September 2026, KBM diselenggarakan kembali seperti biasa, tatap muka,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (20/9).

Dia menyampaikan, meski PTM kembali berjalan, pihaknya meminta sekolah tetap menerapkan langkah pencegahan. Seluruh murid dan warga sekolah diimbau menggunakan masker yang bersih dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah.

“Kami berharap orang tua memastikan kondisi fisik dalam keadaan sehat sebelum berangkat ke sekolah. Sekolah juga kami harap dapat mengurangi aktivitas pembelajaran di luar ruangan mengingat kondisi udara dan cuaca yang belum sepenuhnya normal,” terangnya.

Ibnu menegaskan, surat edaran terbaru terkait pelaksanaan PTM tersebut masih dalam proses penyusunan. Surat itu nantinya menjadi pedoman bagi satuan pendidikan setelah berakhirnya PJJ. “Surat edaran resminya yang terbaru saat ini masih disusun. Nantinya akan ditujukan kepada Kepala PAUD/TK, SD, SMP Negeri dan Swasta, serta SKB di Kota Samarinda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Samarinda menerapkan PJJ sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap karhutla pada Kamis-Sabtu (17-19/9). Kebijakan tersebut diberlakukan setelah kualitas udara di Samarinda sempat memburuk dan berada pada kategori tidak sehat. (*)

Editor : Ismet Rifani
kabut asap Kembali PTM di sekolah Disdikbud Samarinda Ibnu Araby