SAMARINDA- Bantuan pangan beras untuk masyarakat di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, disalurkan secara bertahap kepada 1.491 penerima manfaat. Penyaluran dilakukan dengan membagi penerima berdasarkan wilayah RT agar distribusi bantuan berjalan tertib.
Kegiatan penyaluran Bantuan Pangan Komiditas Beras dilakukan di kantor kelurahan Selasa (22/9) yang dihadiri Kepala Kanwil Bulog Kaltimtara Musazdin Said bersama Anggota Komisi VI DPR RI dapil Kaltim Syarifah Suraidah.
Lurah Loa Bakung Yeti Febrianti mengatakan ribuan penerima tersebut tersebar di 83 RT. Karena jumlah penerima cukup banyak, pembagian dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan jadwal masing-masing RT.
"Untuk Loa Bakung ada 1.491 penerima manfaat. Itu tersebar di 83 RT. Jadi kami bagi secara berkelanjutan," ujarnya.
Dia menyampaikan, pembagian bantuan dilakukan tanpa pungutan kepada penerima. Dalam pelaksanaannya, kelurahan menyesuaikan kondisi lapangan sehingga jumlah penerima yang dilayani setiap sesi dapat berubah.
"Ini gratis dari pemerintah. Kemarin sebenarnya jadwalnya RT 1 sampai RT 15, tetapi karena ada kondisi tertentu, hari ini kami layani sekitar 100 penerima manfaat dulu," ucapnya.
Yeti menjelaskan, penerima bantuan mayoritas berasal dari kelompok desil 1 hingga 4 berdasarkan data sosial ekonomi pemerintah. Namun, warga pada desil 5 masih dimungkinkan menerima bantuan apabila memenuhi hasil verifikasi di lapangan.
"Rata-rata dari desil 1 sampai 4, tetapi desil 5 bisa. Kami tetap melihat berdasarkan data dan kondisi masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi warga juga menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan. Kelurahan bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Kasi Kesejahteraan Rakyat melakukan verifikasi agar bantuan tetap menyasar masyarakat yang memenuhi kriteria.
"Kalau ada warga yang merasa layak menerima, bisa mengusulkan melalui PSM atau kelurahan. Namun kami prioritaskan dulu penerima yang sudah terdata, kemudian kalau ada yang pindah atau tidak lagi menerima, kami lakukan musyawarah kelurahan berdasarkan desil," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani