SAMARINDA – Sekitar 54 ribu warga Samarinda menerima bantuan pangan berupa beras dari Bulog Kantor Wilayah Kaltimtara. Bantuan dialokasikan untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus dan September, dengan harapan membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus stabilitas harga pangan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas mengatakan, bantuan tersebut dibutuhkan masyarakat, termasuk warga Kelurahan Loa Bakung yang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penerima cukup besar.
Marnabas hadir dalam penyaluran simbolis bantuan pangan di Kantor Kelurahan Loa Bakung, Selasa (22/9). Di wilayah tersebut, penerima bantuan mencapai sekitar 1.400 orang.
“Untuk Samarinda sekitar 54 ribu penerima. Ini untuk tiga bulan. Loa Bakung sekitar 1.400-an penerima. Harapannya sampai Desember tidak ada perubahan, karena bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Marnabas, penyaluran bantuan juga menunjukkan ketersediaan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Samarinda. Pemkot memastikan pasokan beras melalui Bulog masih mencukupi hingga sekitar enam bulan ke depan.
Baca Juga: Antrean BBM Meluber ke Jalan, Pemkot Samarinda Matangkan Sistem Kupon
Karena itu, masyarakat diminta membeli beras sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Yang terpenting masyarakat jangan panic buying. Sesuaikan dengan kebutuhan. Stok beras Samarinda aman sampai enam bulan,” jelasnya.
Selain ketersediaan stok, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan. Marnabas menyebut ikan layang, cabai dan minyak goreng menjadi beberapa komoditas yang mendapat perhatian karena perubahan harganya dapat memengaruhi inflasi daerah.
Pemkot juga mendorong Dinas Perdagangan untuk terus melakukan operasi pasar guna menjaga harga tetap terkendali.
“Kami minta Dinas Perdagangan terus melakukan operasi pasar untuk menekan harga. Tugas pemerintah jangan sampai inflasi tinggi karena berdampak ke masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Marnabas mengatakan pemerintah perlu menjaga keseimbangan agar penurunan harga atau deflasi tidak terlalu dalam karena dapat berpengaruh terhadap aktivitas usaha.
Menurutnya, stabilitas harga dan daya beli masyarakat perlu dijaga secara bersamaan. Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena berpengaruh terhadap produksi dan distribusi pangan.
“Mudah-mudahan minggu ini turun hujan, sehingga petani bisa tumbuh dan berkembang, serta distribusi bahan pangan juga stabil sehingga inflasi tetap terjaga,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan