Intrusi Air Laut Mahakam Meluas, Perumda Tirta Kencana Pangkas Jam Operasional 5 IPA

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:10 WIB
Perumda Tirta Kencana mengurangi jam operasional lima IPA akibat intrusi air laut di Sungai Mahakam. (HAFIZ/KP)
Perumda Tirta Kencana mengurangi jam operasional lima IPA akibat intrusi air laut di Sungai Mahakam. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Intrusi air laut yang mencemari Sungai Mahakam kembali meluas dan memaksa Perumda Tirta Kencana Samarinda memangkas jam operasional sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA). Kebijakan darurat ini diambil menyusul lonjakan kadar klorida pada air baku yang kini berstatus waspada.

Unit pengolahan yang terdampak pengurangan jam operasional tersebut mencakup IPA Bantuas, Palaran, Makroman, Pulau Atas, dan Gunung Lingai. Jam distribusi akan kembali disetel normal setelah mutu air baku di aliran sungai memenuhi standar kelayakan konsumsi.

Guna menjamin kebutuhan darurat masyarakat, Perumda Tirta Kencana telah menyiagakan Terminal IPA, Terminal Mandiri, dan Terminal Umum. Fasilitas ini difokuskan melayani kebutuhan air bersih warga untuk konsumsi pokok harian, khususnya memasak dan minum.

Staf Humas Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda Taufik menjelaskan, ketersediaan harian di instalasi pengolahan air masih dipengaruhi langsung oleh dinamika Sungai Mahakam. Perumda menggratiskan pengambilan air oleh warga, namun melarang keras penggunaan armada angkut berskala besar.

"Pengambilannya sebenarnya memang tidak dibatasi, cuma tidak diperkenankan menggunakan pikap ataupun tandon. Kalau untuk galon, ember, dan jeriken masih diperkenankan untuk mengambil di lokasi terminal IPA yang sudah disediakan," ujarnya, Rabu (23/9).

Baca Juga: Keruk SDA Tapi Bayar Pajak di Luar Kaltim, Bapenda Buru Kendaraan Operasional Perusahaan

Bagi warga yang terdesak membutuhkan pasokan air untuk keperluan non-konsumsi, pengelola tetap membuka jalan melalui pengajuan kolektif lingkungan. Penyaluran tersebut wajib mengantongi izin resmi dari pemangku wilayah setempat. 

"Untuk ini bisa dari kesepakatan dari warga, RT, dan lurah setempat bersurat ke Perumda dan ada kesepakatan tanda tangannya," jelasnya.  Taufik menambahkan, distribusi air tangki melalui IPA Cendana diatur terpisah dan beroperasi satu pintu di bawah pengawasan satgas. "Perlu dicatat untuk IPA Cendana itu pengambilan air tangki melalui data di Satgas, bukan warga yang mengambil sendiri," ucapnya. 

Perumda Tirta Kencana mengimbau warga yang wilayah alirannya masih menyala untuk menampung pasokan secukupnya dan menggunakan air secara bijak hingga kadar klorida kembali normal. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
air bersih Samarinda krisis air samarinda Intrusi Air Laut Mahakam Perumda Tirta Kencana Samarinda sungai mahakam