KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda terus mengupayakan perbaikan SMPN 24 Samarinda di Jalan P. Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.
Sekolah yang kerap menjadi langganan banjir saat hujan deras tersebut kini ditata secara bertahap demi menjamin kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Penanganan banjir di kawasan sekolah tersebut mulai menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Pembangunan tanggul penahan dan peninggian sejumlah ruangan telah dilakukan untuk mengurangi dampak luapan air.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Bidang SMP Disdikbud Samarinda Muhammad Syafei menjelaskan, ketinggian air yang masuk ke lingkungan sekolah saat ini sudah jauh berkurang dibanding periode sebelumnya.
Baca Juga: Ekspor Batu Bara Kaltim ke Tiongkok Tumbuh 20,90 Persen
"Kita tetap upayakan ya. Paling tidak dalam beberapa tahun terakhir minimal tinggi air itu tidak sama lagi dengan yang sebelumnya. Kita sudah bikinkan tanggul, kita sudah ada peningkatan beberapa ruangan," ujarnya, Rabu (23/9).
Ia menerangkan, kendala utama genangan air saat ini lebih banyak terjadi pada akses jalan masuk menuju sekolah. Sementara untuk bangunan ruang kelas sebagian besar sudah aman dari rendaman banjir.
"Sebenarnya yang banjir itu aksesnya. Kalau ruang kelas itu yang sebelah kanan sudah bebas banjir, bagian belakang sudah bebas. Yang di samping kirinya saja yang berhubungan langsung dengan saluran itu saja," jelasnya.
Kondisi tersebut paling sering mengganggu gedung administrasi di bagian depan sehingga sempat menghambat mobilitas warga sekolah. Untuk mengatasi masalah drainase, Disdikbud berkoordinasi dengan Dinas PUPR Samarinda guna membersihkan sedimentasi di saluran air sekitar sekolah.
Baca Juga: Hujan Lebih Rendah dan Harga Batu Bara Naik, Produksi Tambang Kaltim Menguat
"Itu kan mulai dulu memang jalur kuldesak, karena pertemuan dari atas dan bawah terjadi penyempitan dengan sedimentasi. Kami dorong anggarannya, baik lewat usulan revitalisasi, bankeu, maupun APBD," tuturnya.
Untuk rencana jangka menengah dan panjang, Pemkot Samarinda tetap membuka peluang revitalisasi total gedung sekolah tersebut, baik melalui kucuran dana pemerintah pusat maupun daerah.
"Pasti ada peluang revitalisasi, entah itu dananya nanti dari pusat atau dari APBD. Kita hanya memastikan saja aksesnya dan kelayakan ruang kelasnya tertata dengan baik," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo