Pertamina Kenalkan Daur Ulang Kertas kepada Anak Sekolah

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 18:11 WIB
LEBIH DEKAT: Beberapa siswa sekolah mendapat pengetahuan tentang daur ulang kertas dari tim Pertamina Patra Niaga dan Pendikresa, beberapa waktu lalu
LEBIH DEKAT: Beberapa siswa sekolah mendapat pengetahuan tentang daur ulang kertas dari tim Pertamina Patra Niaga dan Pendikresa, beberapa waktu lalu

SAMARINDA – Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja terus dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui berbagai program sosial. Salah satunya lewat Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak (Pendikresa) yang membawa edukasi pengelolaan lingkungan langsung ke sekolah dan komunitas di Samarinda.

Melalui program Pendikresa Goes to School-Edukasi Recycle Paper, anak-anak diajak mengenal pengelolaan limbah kertas dengan metode belajar sambil praktik. Program tersebut merupakan pengembangan inovasi The Recycle Room yang tidak hanya mengenalkan konsep pengurangan sampah, tetapi juga mengajak peserta mengolah kertas bekas menjadi produk baru.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, pengenalan kepedulian lingkungan sejak usia dini penting untuk membentuk kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengalaman langsung akan membuat anak lebih mudah memahami bahwa limbah masih memiliki nilai guna.

“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lakukan. Dengan kreativitas dan proses yang tepat, limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya Jumat (25/9).

Dia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk kebiasaan sederhana dalam memilah dan menggunakan kembali sampah. “Harapannya, pengalaman membuat karya dari kertas bekas dapat menjadi pengalaman sederhana yang membekas bagi anak-anak,” harapnya.

Tak hanya berdampak pada edukasi, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi relawan melalui pengembangan dan pemasaran produk hasil daur ulang. “Dengan demikian, Pendikresa Goes to School menjadi ruang untuk menggabungkan kepedulian lingkungan, kreativitas anak, sekaligus pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan berlangsung secara bertahap sejak 10 September hingga 25 Oktober 2026. Sasaran program meliputi siswa, guru, orang tua hingga komunitas di sejumlah wilayah Samarinda, di antaranya TK Ruhui Rahayu, KB-TK Nasional 3 Bahasa, Samarinda Playdate, SD Zaid bin Tsabit Sungai Kapih, TK Tunas Bengkuring, TK Islam Anak Sholeh, SDN 004 Sambutan, serta komunitas Ibu Profesional/IP Samkabar.

Setiap kegiatan, peserta diajak mengenali jenis limbah kertas, memahami tahapan daur ulang, mencetak lembaran kertas baru hingga membuat paper clay. Kegiatan dirancang interaktif dengan pendampingan relawan Pendikresa. (*)

Editor : Ismet Rifani
PPN Regional Kalimantan Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak Edukasi Recycle Paper Edi Mangun