SAMARINDA- Pemkot Samarinda melanjutkan pembangunan drainase di Jalan PM Noor kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, tepatnya pada sisi kanan, dari arah simpang Jalan Perjuangan menuju Jembatan PM Noor.
Saluran yang sebelumnya dibangun Pemprov Kaltim sekitar 2010, kiri dan kanan itu masih menyisakan sejumlah bagian yang belum rampung khususnya sisi kanan. Tahun ini dilanjutkan melalui APBD Samarinda senilai Rp 13,2 miliar.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda Darmadi menjelaskan, pekerjaan tersebut memiliki total panjang sekitar 352,7 meter. Saluran dibuat dengan dimensi yang sama dengan drainase yang telah terbangun sebelumnya, yakni lebar 4 meter dan tinggi 2,5 meter, dengan target penyelesaian kontrak pada akhir Desember mendatang.
“Dimensinya sama dengan yang sebelumnya dibangun, panjang keseluruhannya sekitar 352,7 meter,” ujarnya Minggu (27/9).
Dia merinci, pekerjaan terbagi dalam sejumlah segmen dengan panjang bervariasi, yakni 33 meter, 52 meter, 10 meter, 80,4 meter, 16 meter, 134 meter, dan 27,3 meter. Pelaksanaan pekerjaan menyesuaikan kondisi saluran yang telah dibangun sebelumnya. “Ini menyelesaikan spot-spot yang sebelumnya belum selesai,” singkatnya.
Dia menerangkan, pengerjaan menggunakan beton U-ditch yang telah dicetak di lokasi lain. Kontraktor kemudian melakukan penggalian sesuai dimensi, menurunkan U ditch ke dalam galian, lalu melakukan pengecoran dan perapian hingga menyesuaikan dengan elevasi badan jalan.
“Sebagian titik juga dicor tutup bagian atasnya sehingga nantinya lebih mudah dalam pemeliharaan,” terangnya.
Dia menambahkan, penyambungan saluran tersebut diharapkan membantu mengurangi genangan di kawasan Simpang Empat Sempaja. Aliran dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Sempaja tepatnya Jalan Perjuangan, akan lebih banyak diarahkan melalui Jalan PM Noor sebelum bermuara ke Sungai Karang Mumus.
“Dengan saluran ini, semakin banyak air dari Simpang Sempaja yang bisa dialirkan. Harapannya genangan lebih cepat surut dan ketinggiannya juga semakin rendah,” jelasnya.
Menurut Darmadi, pihaknya menargetkan pekerjaan rampung tepat waktu. Ia juga meminta masyarakat berhati-hati selama pengerjaan karena aktivitas penggalian, pemindahan material, dan pengecoran berpotensi mempersempit badan jalan di sejumlah titik. “Semoga pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan mengurangi dampak genangan banjir di sekitar simpang empat Sempaja,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani