Pasar Buah Jalan Merdeka Kembali Diusulkan Rampung 2027

Denny Saputra • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:03 WIB
TUNGGU: Bangunan pasar buah yang belum rampung di Jalan Merdeka, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (28/9).
TUNGGU: Bangunan pasar buah yang belum rampung di Jalan Merdeka, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (28/9).

SAMARINDA – Pembangunan Pasar Buah di Jalan Merdeka, Kecamatan Samarinda Ilir, hingga kini belum rampung. Proyek yang mulai dikerjakan sejak 2024 tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan, mulai lantai, meja lapak hingga instalasi listrik.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Nurrahmani mengatakan, pihaknya kembali mendorong agar pembangunan pasar tersebut dapat segera diselesaikan. Namun, tambahan anggaran dinilai lebih realistis diusulkan pada 2027 karena keterbatasan waktu jika dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun ini.

“Secara fisik belum selesai. Kami mencoba menekan anggaran lagi supaya (pembangunan) tuntas. Kami utarakan nilai kekurangannya dengan Pak Wali yakni sekitar Rp 3 miliar lebih,” ujarnya, Senin (28/9).

Dia menjelaskan, penyelesaian pembangunan Pasar Buah tersebut direncanakan masuk dalam penganggaran 2027. Meski secara anggaran masih memungkinkan dimasukkan dalam perubahan tahun ini, waktu pelaksanaan dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. “Waktunya (tidak cukup), uangnya bisa saja, tapi waktunya tidak mungkin selesai. Lebih aman di 2027,” jelasnya.

Dia menerangkan, Pasar Buah Jalan Merdeka nantinya memiliki sekitar 69 lapak. Pendataan calon pedagang juga mulai dilakukan dengan melibatkan Satpol PP Samarinda. Prioritas diberikan kepada pedagang buah yang saat ini berjualan hingga menggunakan badan jalan.

“Pendataan sudah kami kumpulkan. Kami sudah minta dengan Satpol PP, karena diharapkan Pak Walikota Andi Harun, bahwa pedagang yang berjualan melampaui badan jalan itu yang kita utamakan,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga mendata pedagang buah yang masih berjualan di kawasan Pasar Pagi untuk kemungkinan direlokasi. Nantinya menyebut konsep pasar tetap mempertahankan sistem drive thru. Karena itu, bagian luar pasar tidak akan diberi pagar. “Masih sama konsepnya seperti awal, kalau bisa pembeli tidak perlu turun dari kendaraannya,” sebutnya.

Dia menambahkan, untuk mendukung pengelolaan lingkungan, pihaknya juga menyiapkan gagasan pemanfaatan limbah kulit buah menjadi eco enzyme yang dapat disalurkan kepada DLH sebagai bahan pendukung pupuk. “Kami harap bisa nanti bisa ramai. Karena posisinya berdekatan dengan pasar Merdeka dan permukiman,”pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Pasar buah Jalan Merdeka Disdag Samarinda Nurrahmani