Antisipasi Dampak Kemarau terhadap Inflasi, Pemkot Samarinda Sebar Puluhan Pompa Air

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:09 WIB
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. HAFIZ/KP
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. HAFIZ/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Fenomena kemarau panjang akibat El Nino mulai membayangi stabilitas inflasi di Samarinda seiring potensi terganggunya sektor produksi pertanian lokal akibat minimnya pasokan air.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menaruh perhatian serius terhadap ancaman penurunan hasil panen tersebut. Pasalnya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat Kota Tepian.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy membenarkan potensi dampak cuaca ekstrem tersebut terhadap pergerakan angka inflasi. "Ya jelaslah, pasti dampaknya ada. Karena produksi pertanian berkurang," ujarnya.

Guna meminimalkan risiko gagal panen, Pemkot Samarinda melalui perangkat daerah terkait langsung menyalurkan sarana pengairan ke lahan-lahan pertanian warga. Bantuan pompa air difokuskan untuk menjaga ketersediaan air di sawah maupun ladang holtikultura.

Baca Juga: Menang di Mahkamah Agung, Warga Kutim Tagih Dokumen AMDAL KPC ke Kementerian ESDM

"Antisipasi pertama adalah menjaga agar hasil panen petani tidak anjlok. Makanya kami sudah beli sekitar 60 hingga 70 mesin pompa air untuk mengairi sawah dan ladang petani," jelasnya.

Selain mengamankan sektor hulu, Pemkot Samarinda juga memperketat stabilisasi pasokan pangan di tingkat hilir bersama Perum Bulog. Dinas Perdagangan didorong aktif turun ke masyarakat untuk menggelar pasar murah secara berkala.

"Disdag kami dorong menggelar operasi pasar hampir setiap hari untuk komoditas beras, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya. Bantuan pangan dari pemerintah pusat lewat Bulog juga segera kami salurkan langsung ke masyarakat," tambahnya.

Langkah cepat intervensi pasar ini dilakukan untuk menjaga psikologis pasar agar masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak konsumtif secara berlebihan. "Yang paling berbahaya itu terjadinya panic buying saat stok barang sebenarnya masih ada di pasaran," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
inflasi Samarinda Kemarau El Nino Operasi Pasar Samarinda pemkot samarinda Marnabas Patiroy