KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau panjang yang melanda Samarinda menuntut para peternak lebih waspada dalam menjaga ketersediaan pakan serta stamina hewan ternak mereka.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda mengingatkan peternak agar segera menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Berkurangnya pasokan air dan rumput segar dinilai berpotensi menurunkan daya tahan ternak, terutama jenis sapi penggemukan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) DKPP Samarinda Maskuri mengimbau peternak untuk mulai memperkuat jejaring pasokan pakan demi menjaga asupan harian ternak.
"Bagi peternak kita, dengan musim kemarau tinggi ini memang harus mengembangkan jaringan untuk sumber hijauan pakan ternak (HPT). Kebutuhan HPT untuk penggemukan, apalagi sapi bali, itu lebih tinggi," ujarnya.
Baca Juga: BAJET Juara QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026, Talenta Muda Kaltim Dorong Ekonomi Digital
Selain memperluas relasi pasokan pakan, ia menyarankan peternak merawat lahan tanaman pakan secara disiplin melalui pemupukan dan penyiraman berkala.
"Kalau musim hujan mungkin rumput tidak terlalu diperhatikan tidak masalah, tetapi sekarang penyiraman dan pemupukan fungsinya sangat penting agar pakan tetap tumbuh," jelasnya.
Faktor kebersihan kandang serta pemberian asupan nutrisi tambahan juga tidak boleh luput dari perhatian selama musim kering berlangsung.
Maskuri menekankan bahwa kotoran ternak yang cepat mengering di musim panas bukan alasan untuk mengabaikan pembersihan kandang dan asupan vitamin penunjang.
Baca Juga: Kemarau Panjang Tekan Pertanian Kaltim, Sumur hingga Sungai Mulai Mengering
Mengingat luasnya jangkauan wilayah pemeliharaan ternak di Kota Tepian, DKPP Samarinda meminta para peternak proaktif menjalin koordinasi. Komunikasi cepat diperlukan agar potensi serangan penyakit dapat segera ditangani secara medis.
"Kami tidak mungkin mampu mendatangi peternak satu per satu, sehingga kami berharap komunikasi terus berjalan via WhatsApp atau telepon saat terjadi perubahan perilaku hewan. Apa yang bisa dilakukan peternak, apa yang bisa dilakukan pemerintah. Saling berkolaborasi lah," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo