SAMARINDA – Sekolah Terpadu Samarinda yang menaungi SDN 028, SMPN 16, dan SMA Prestasi Samarinda menggelar Terpadu Fest 2026. Mengusung tema United We Grow, festival tersebut menjadi bagian dari peringatan satu tahun berdirinya Sekolah Terpadu Samarinda.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 28–30 September 2026, di kompleks Sekolah Terpadu Samarinda, Jalan Jakarta Blok AA Nomor 2, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Kepala SMA Prestasi Samarinda Aris Abdillah mengatakan, Terpadu Fest dirancang sebagai ruang kolaborasi siswa dari tiga jenjang sekaligus wadah untuk menunjukkan potensi mereka.
“Kegiatan ini merupakan festival perayaan Hari Ulang Tahun pertama Sekolah Terpadu Samarinda. Siswa tidak diposisikan sebagai penonton, tetapi dilibatkan sebagai peserta, penampil, pelaku usaha bazar, hingga bagian dari kepanitiaan,” ujarnya, Selasa (29/9).
Baca Juga: Asah Mental 80 Kenshi di Samarinda Square, Perkemi Pasang Target Juara Umum di Porprov
Menurut Aris, rangkaian festival terdiri atas enam cabang perlombaan, yakni mewarnai, spelling bee, story telling, Cerdas Cermat Terpadu, Olimpiade Sains, dan speech. Peserta berasal dari siswa kelas I SD hingga kelas XII SMA dengan kategori yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan.
Salah satu konsep yang membedakan kegiatan tersebut adalah Cerdas Cermat Terpadu. Dalam lomba ini, siswa SD, SMP, dan SMA tergabung dalam satu tim.
“Lomba Cerdas Cermat Terpadu menjadi salah satu yang berbeda karena siswa SD, SMP, dan SMA tergabung dalam satu tim,” jelasnya.
Selain perlombaan, Terpadu Fest juga menghadirkan Bazar Terpadu. Kegiatan tersebut melibatkan siswa sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Berbeda dengan perlombaan yang diperuntukkan bagi lingkungan sekolah, bazar dibuka untuk masyarakat umum.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup Rabu (30/9) melalui Student Performance sekaligus puncak perayaan HUT pertama Sekolah Terpadu Samarinda.
Aris berharap Terpadu Fest tidak berhenti sebagai rangkaian perayaan satu tahun berdirinya sekolah. Kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang memperkuat kolaborasi siswa dari tiga jenjang pendidikan.
“Ini jadi momen bersatunya tiga jenjang sekolah, dan diharapkan terus tumbuh melalui tradisi tahunan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan