KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Rencana pengoperasian angkutan umum massal perkotaan di Kota Samarinda kian mendekati kenyataan setelah masuk dalam skema pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Perhubungan mulai 2027 hingga 2030.
Dukungan penuh datang dari legislatif di Kota Tepian. Komisi III DPRD Kota Samarinda menilai skema subsidi pemerintah pusat ini merupakan peluang emas untuk membenahi tata kelola transportasi publik sekaligus mengurai persoalan kemacetan lalu lintas yang kian padat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda telah berkoordinasi langsung dengan perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.
Baca Juga: Waduk Teritip dan Manggar Menyusut, Balikpapan Perketat Penjatahan Air Bersih
"Alhamdulillah mudah-mudahan ini berkah untuk Kota Samarinda. Kemarin saya dengan Pak Kadishub ada juga bertemu dengan perwakilan dari Dirjen Perhubungan Darat, dan hari ini tahapannya sudah masuk finalisasi," ujarnya, Kamis (1/10).
Ia menambahkan, langkah selanjutnya tinggal menunggu pertemuan tatap muka antara Wali Kota Samarinda dengan pihak kementerian guna menandatangani komitmen bersama mewujudkan transportasi massal tersebut.
Menurut Deni, kehadiran transportasi umum massal telah lama disuarakan oleh kalangan legislatif demi menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. "Kami dari DPRD dari dulu selalu menggaungkan ini. Tujuannya tentu mengurangi kemacetan, menata jumlah kendaraan, dan menekan parkir liar di tepi jalan," tegasnya.
Skema bantuan serupa, sebelumnya sukses diterapkan di Kota Balikpapan yang memperoleh subsidi operasional transportasi massal dari pemerintah pusat selama tiga tahun.
Baca Juga: Utang Pemkot Samarinda Rp 400 Miliar Sudah Dibayar 70 Persen, Sisanya Siap Dimitigasi
"Kita harapkan pada 2027 giliran Samarinda yang kebagian mendapatkan dukungan tersebut sebelum nantinya dialihkan ke APBD kota," tambahnya. Menanggapi kekhawatiran terkait kondisi jalan, Deni optimistis struktur jalan di Samarinda sangat memadai untuk dilintasi armada angkutan massal, serupa dengan karakteristik jalan di Balikpapan maupun Banjarmasin.
"Tipe bus yang akan digunakan nantinya disesuaikan dengan kapasitas jalan kita. Bukan bus yang sangat besar, melainkan bus medium yang ramah dengan ruas jalan di Samarinda," jelasnya. Untuk tahap awal, layanan bus perkotaan ini rencananya dibuka untuk satu hingga dua koridor percontohan. "Kemarin Dinas Perhubungan sudah memaparkan rencana rute trayek kepada Komisi III. Tahap awal mungkin satu sampai dua koridor dulu sembari menyiapkan fasilitas pendukung," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki