KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Satgas Pos Komando Bencana Kekeringan Kota Samarinda menggulirkan sejumlah langkah strategis demi menjaga ketersediaan pasokan air baku bagi masyarakat di tengah musim kemarau.
Upaya penanganan krisis tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengolahan air bersih Perumda Tirta Kencana sekaligus menyokong sektor pertanian yang terdampak.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Samarinda Hamzah mengatakan, salah satu strategi awal yang dijalankan adalah mengoptimalkan lubang bekas tambang.
"Strategi pertama itu dengan memanfaatkan void eks tambang untuk air non-konsumsi, dialirkan ke lahan pertanian yang terdampak kekeringan di musim kemarau ini," ujarnya, Jumat (2/10).
Selain menyasar sektor pertanian, Satgas bergerak cepat mengamankan pasokan air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana di Samarinda Utara.
Langkah taktis dilakukan dengan membuat sodetan sepanjang sekitar 400 meter dari Track Dayung Lempake menuju Bendungan Benanga.
"Air yang ada di Track Dayung itu sekitar 340.000 meter kubik atau 340 juta liter. Air tersebut kami alirkan menuju ke Bendungan Benanga Lempake untuk suplai intake Perumda Tirta Kencana," bebernya.
Rekayasa aliran air tersebut terbukti membuahkan hasil positif setelah beroperasi lebih dari sepekan terakhir.
Hamzah menjelaskan, sodetan yang membentang sekitar 1 kilometer menuju intake itu berhasil menaikkan elevasi permukaan air Bendungan Benanga secara signifikan.
"Kenaikan muka airnya dari 6,20 meter menjadi 6,45 meter, atau naik sekitar 25 sentimeter. Ini sudah menampung cukup banyak dan sangat penting bagi operasional IPA Lempake yang melayani Samarinda Utara," tambahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, BPBD Samarinda juga berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui pembangunan Kolam Retensi Pampang.
Infrastruktur penampung air tersebut pada pembangunan tahap awal 2024-2026 dirancang seluas 5,2 hektare dengan kedalaman mencapai 2 meter dan kapasitas tampung hingga 900.000 meter kubik atau setara 900 juta liter air.
"Harapannya tahun ini kolam retensi tersebut sudah bisa digunakan. Alirannya memanfaatkan sistem gravitasi sehingga lebih mudah menuju Bendungan Benanga, sekaligus berfungsi ganda sebagai pengendali banjir dan cadangan air saat kemarau," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani