SAMARINDA – Penanganan banjir di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, terus dilanjutkan. Tahun ini, pembangunan saluran drainase diteruskan dari kawasan Gang H Mansyur menuju muara Sungai Mahakam melalui saluran di bawah jembatan samping Gang Karya yang mengarah ke anak Sungai Karang Asam Kecil.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan, pekerjaan lanjutan tersebut kini telah mencapai progres sekitar 20 persen. Saluran yang dikerjakan memiliki panjang total 590 meter dan terbagi dalam dua segmen dengan dimensi berbeda.
“Progresnya sekarang sekitar 20 persen dari target panjang 590 meter,” ujarnya, Minggu (4/10).
Darmadi menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan sistem drainase di kawasan Jalan Pangeran Antasari yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Dalam dua tahun terakhir, pembangunan saluran telah dilakukan dari Simpang Jalan Siradj Salman hingga kawasan Gang H Mansyur.
Baca Juga: Kapan TPP Guru Samarinda Bisa Cair Tiap Bulan? Disdikbud Buka Suara Soal Kendala Anggaran
Tahun ini, penanganan dilanjutkan dari Gang H Mansyur dan Jalan Nusa Indah menuju simpang muara. Saluran diarahkan ke kawasan perairan untuk memperlancar pembuangan air dari kawasan Antasari ke hilir.
Selain pembangunan saluran, pekerjaan mencakup pemasangan manhole dan penataan tepi jalan berupa akses pejalan kaki.
“Selain peningkatan saluran, kami juga menata tepi jalan,” kata Darmadi.
Berdasarkan data DPUPR Samarinda, paket Lanjutan Peningkatan Saluran Drainase Jalan Antasari yang bersumber dari APBD 2026 memiliki nilai kontrak Rp23,88 miliar dengan waktu pelaksanaan 148 hari kalender.
Pekerjaan terbagi dalam dua segmen. Segmen pertama sepanjang 315 meter dengan dimensi saluran 350 x 250 sentimeter. Sedangkan segmen kedua sepanjang 275 meter dengan dimensi 350 x 300 sentimeter.
Darmadi mengatakan, pembangunan saluran tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan di kawasan Jalan Pangeran Antasari. Penanganan juga ditujukan untuk mengurangi dampak banjir terhadap badan jalan dan bangunan di sekitarnya.
Selama pekerjaan berlangsung, kondisi jalan mengalami penyempitan karena adanya aktivitas konstruksi. Karena itu, DPUPR Samarinda meminta dukungan masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap pekerjaan bisa berjalan lancar dengan dukungan masyarakat, sehingga penanganan banjir di kawasan Antasari dapat segera dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan