KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda menggandeng Dinas Kesehatan (Diskes) untuk memeriksa kondisi fisik para relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil setelah para personel dan relawan berjibaku di lapangan tanpa henti selama lebih dari satu bulan. Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengatakan, pemeriksaan medis tersebut menjadi bagian dari evaluasi penting guna menjaga kebugaran tim di garda terdepan.
Pihaknya juga mengupayakan penyaluran suplemen dan vitamin tambahan bagi para relawan gabungan. "Untuk mengecek kesehatannya saya sudah komunikasi dengan Dinas Kesehatan Samarinda agar dilakukan pemeriksaan, sekaligus mudah-mudahan nanti ada vitamin untuk mereka," ujarnya, Senin (5/10).
Suwarso mengapresiasi dedikasi relawan yang terus bergotong royong bersama Satgas Penanganan Kekeringan dan Karhutla Samarinda. Pasalnya, proses pemadaman di lapangan kerap dihadapkan pada rintangan geografis yang terjal dan minim sumber air.
Baca Juga: Pantai Balikpapan Ramai Pengunjung, Polisi Beri 4 Imbauan Penting Ini
Salah satu kendala berat terjadi saat menangani titik api di kawasan Perumahan Pelita 8 bagian dalam. Di lokasi tersebut, unit mobil tangki tidak bisa mendekat sehingga personel harus menyedot parit dan mengalirkan air secara estafet menggunakan tandon berjalan atau water tank.
"Kendaraan roda empat maupun roda dua tidak bisa masuk ke dalam karena rumput tinggi dan medannya jauh. Akhirnya relawan membuka jalan setapak secara manual, lalu tim gabungan membawa selang ke titik api," bebernya.
Kondisi kian menantang lantaran api kerap membakar lahan gambut dengan kedalaman sekitar satu meter. Karakter gambut membuat api mudah menyala kembali pada sore hari jika pemadaman bawah tanah belum tuntas sepenuhnya.
"Kalau lahan gambut penanganannya harus memakai stik disemprot ke dalam tanah. Kalau tidak ada stik, lokasi tersebut harus disemprot jauh lebih lama supaya bara di bagian bawah benar-benar mati," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo