SAMARINDA- Gulma memenuhi kawasan Polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (6/10). Kondisi tersebut membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda melakukan pembersihan untuk mengoptimalkan kembali fungsi polder dalam mendukung sistem pengendalian banjir.
Kepala UPTD Pemeliharaan Drainase dan Saluran Irigasi DPUPR Samarinda Akhmad Supriyadi mengatakan pembersihan mulai dilakukan sejak Senin (5/10). Sekitar 30 personel diturunkan untuk membersihkan gulma yang tumbuh di area polder.
“Ini karena musim kemarau, biasanya ada sirkulasi dari limpasan air dan kami pompa ke drainase lingkungan. Tetapi karena kondisi polder kering makanya tidak ada sirkulasi seperti biasa. Dan kami juga menduga ada bibit gulma yang masuk,” ujar Supriyadi saat dikonfirmasi, Selasa (6/10).
Dia menjelaskan, Polder Gang Indra memiliki luasan yang relatif kecil, yakni hampir dua hektare, karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan perlu dilakukan agar kapasitas tampungan maupun sirkulasi air tetap dapat berfungsi optimal. Terlebih polder tersebut kini tidak bisa menjadi andalan utama dalam sistem pengendalian banjir di kawasan Antasari.
“Karena saat ini dari hulu saluran yakni Jalan P Suryanata ukuran drainase sudah besar, sehingga volume limpasan semakin besar, makanya dua tahun ini, kami juga membangun drainase di Jalan P Antasari mendukung sistem tersebut,” jelasnya.
Dia menambahkan saat ini Pemkot masih menyelesaikan pembangunan drainase di Jalan P Antasari sisi kiri arah ke muara Sungai Karang Asam Kecil hingga sungai Mahakam. Harapannya ketika terjadi hujan, genangan di Jalan P Antasari ketinggiannya dan lama waktunya berkurang.
"Tahun ini kami fokus pembangunan drainase di Jalan P Antasari. Dan untuk Polder Gang Indra tetapi dilakukan perawatan rutin," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani