KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Jembatan Achmad Amins atau yang dikenal sebagai Jembatan Mahkota II Samarinda akhirnya kembali terang setelah proyek perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) rampung dikerjakan.
Fasilitas penerangan di atas jembatan tersebut sempat padam akibat dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Mulai Senin (5/10) malam, puluhan titik lampu penerangan di sepanjang bentang jembatan dipastikan kembali menyala.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu mengungkapkan, pengerjaan fisik perbaikan jaringan LPJU tersebut telah dimulai sejak September lalu. Anggaran ratusan juta rupiah digelontorkan untuk memulihkan fungsi lampu jalan tersebut.
Baca Juga: Perpustakaan Kaltim Buka Layanan hingga Malam, Layani Pengunjung Akhir Pekan
"Nilai perbaikannya sekitar Rp 949 juta. Lampu kita ganti, kemudian kabel juga kita ganti," ujarnya, Selasa (6/10). Manalu memerinci, proyek pembenahan ini mencakup perbaikan pada 59 tiang dengan memasang 60 unit lampu berdaya 120 watt.
Seluruh titik difokuskan untuk menerangi lintasan aspal demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan. Kendati jalur utama sudah terang benderang, Manalu mengakui belum seluruh fasilitas penerangan jembatan dapat menyala secara utuh pada tahun ini.
Dishub Samarinda terpaksa menerapkan skala prioritas akibat keterbatasan anggaran daerah. "Kalau sepenuhnya itu belum, karena kita ada keterbatasan anggaran. Jadi yang kita hidupkan adalah lampu-lampu yang pakai tiang, sementara lampu sorot yang menerangi tiang jembatan belum kita akomodir tahun ini. Kita fokus untuk penerangan jalan dulu," jelasnya.
Ia membeberkan, kebijakan mengutamakan lampu tiang jalan telah dilaporkan langsung kepada Wali Kota Samarinda. Di tengah upaya efisiensi anggaran, keselamatan pengguna jalan menjadi hal mendesak yang tidak bisa ditunda.
Baca Juga: Impor Kaltim Turun, Aktivitas Lima Pelabuhan Bongkar Melambat 14,85 Persen
Saat ini, seluruh pekerjaan utama pemasangan kabel dan lampu telah beres sepenuhnya. Tim teknis di lapangan hanya menyisakan beberapa perbaikan kecil guna memastikan distribusi daya listrik berjalan stabil.
Belajar dari insiden hilangnya komponen LPJU sebelumnya, Dishub Samarinda kini memperketat sistem keamanan. Pihaknya menjalin koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda.
"Pagar-pagar jembatan sudah kita koordinasikan dengan PUPR untuk perbaikan. Kami juga sudah koordinasi ke Diskominfo untuk pemasangan kamera CCTV di titik-titik krusial guna memonitor jembatan," tegasnya.
Mengenai jumlah unit kamera pengawas yang akan ditempatkan, Dishub menyerahkan perhitungan teknis sepenuhnya kepada Diskominfo. Titik-titik rawan diawasi secara berkala agar aksi pencurian fasilitas umum tidak lagi terulang.
Manalu turut mengajak partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik di kawasan jembatan tersebut. Kepedulian warga dinilai menjadi benteng paling efektif dalam mencegah tindakan vandalisme.
"Kita berharap masyarakat juga membantu kita menjaga fasilitas publik ini, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitaran Jembatan Achmad Amins. Jika melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo