Dua Bulan Berjibaku Padamkan Karhutla, Ratusan Relawan di Samarinda Jalani Pemeriksaan Kesehatan

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:12 WIB
KESEHATAN: Relawan Samarinda menjalani pemeriksaan kesehatan setelah dua bulan berjibaku memadamkan karhutla, Rabu (7/10). HAFIZ/KP
KESEHATAN: Relawan Samarinda menjalani pemeriksaan kesehatan setelah dua bulan berjibaku memadamkan karhutla, Rabu (7/10). HAFIZ/KP

‎KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Puluhan personel relawan Samarinda menjalani pemeriksaan kesehatan di Kantor BPBD Samarinda, Rabu (7/10). Langkah ini dilakukan setelah mereka berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua bulan terakhir.

‎Pemeriksaan kesehatan tersebut diinisiasi oleh kelompok relawan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Disdamkarmat, dan Pemerintah Kota Samarinda. Sebanyak 100 relawan menjadi sasaran tahap awal pemeriksaan fisik ini.

‎Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto mengungkapkan, tugas pemadaman di lapangan sangat menguras fisik dan rentan gangguan pernapasan. Relawan kerap berada di barisan terdepan menerjang kobaran api dan kepulan asap.

‎"Kerja teman-teman relawan cukup berat, kadang di garis depan menghadapi api, kemudian kabut asap dan sisa kebakaran lahan yang cukup menyiksa dalam hal pernapasan, maka perlu kita melakukan cek kesehatan ini," ujarnya Rabu (7/10).

Baca Juga: Sumbang PAD Ratusan Miliar, Pemkot Samarinda Jamin Kemudahan Izin Usaha Hotel dan Restoran

‎Pria yang akrab disapa Jokis ini menjelaskan, agenda pemeriksaan dibagi menjadi dua sesi, yakni pukul 08.30 hingga 10.30 Wita dan berlanjut pukul 13.00 hingga 15.00 Wita. Pelaksanaan ini didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda melalui Puskesmas Temindung dan Puskesmas Remaja.

‎Menurutnya, pemeriksaan medis sangat krusial mengingat tebalnya kabut asap yang dihadapi petugas di sejumlah titik rawan. Kawasan yang sempat mengalami kebakaran hebat meliputi Sambutan, Makroman, Sungai Siring, Pampang, hingga Betapus.

‎"Mudah-mudahan dengan cek kesehatan ini bisa kita lakukan pemeriksaan dan tindakan lanjutan bila ada temuan teman-teman relawan menderita ISPA dan sebagainya," jelasnya.

‎Ia membeberkan, ancaman kesehatan di medan karhutla bukan sekadar kelelahan biasa. Sejumlah personel dilaporkan sempat mengalami masalah pernapasan serius hingga cedera fisik akibat paparan kobaran api secara langsung.

Baca Juga: Misteri Kematian Guru di Borneo Bay Balikpapan, Polisi Temukan Surat Wasiat

‎"Yang paling utama kurang lebih ada 15 teman-teman relawan yang selama ini berjibaku mengalami sesak napas. Kemudian juga ada insiden terkena api, sehingga safety utama harus selalu dikedepankan pada saat penanganan," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
karhutla Samarinda Kesehatan Relawan relawan Samarinda Info taruna Samarinda bpbd samarinda