SAMARINDA – Pemkot Samarinda masih menunggu pengaliran jaringan gas kota (jargas) untuk 7.719 sambungan rumah (SR) baru. Infrastruktur jargas yang dibangun sejak tahun lalu tersebut telah rampung secara kontrak pada September 2026, tetapi masih terdapat sejumlah catatan yang harus diselesaikan kontraktor.
Plt Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Pemkot Samarinda Idfi Septiani mengatakan, Pemkot bersama tim terkait telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pekerjaan jargas. Hasil evaluasi masih menemukan sejumlah bagian yang perlu diperbaiki dan dirapikan.
“Kontrak memang sudah berakhir di September, tetapi mereka punya masa pemeliharaan satu tahun. Jadi mereka tetap terus berada di Samarinda dan memperbaiki apa yang belum selesai,” ujar Idfi, Rabu (7/10).
Baca Juga: Proyek Jargas di Samarinda Dekati Rampung, Dapat Tambahan Kuota 100 SR, Usul lagi untuk Tahun Depan
Di sisi lain, Pemkot telah menerima informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai rencana pengaliran awal jargas untuk sambungan baru pada Oktober. Namun, hingga kini Pemkot masih menunggu informasi teknis mengenai tahapan pengaliran hingga commissioning.
“Untuk aliran gas, kemarin ada penyampaian dari pihak jargas pada Oktober ini untuk pengaliran pertama kepada 7.000 jargas sambungan baru. Kami masih menunggu informasi lanjutan dari pihak ESDM bagaimana teknisnya,” terangnya.
Menurut Idfi, uji coba pengaliran sebenarnya telah dilakukan pada sejumlah sektor yang ditentukan. Perangkat pendukung berupa kompor juga telah didistribusikan kepada penerima sambungan baru.
“Kami menunggu kepastian tahapan pengoperasian secara lebih luas,” jelasnya.
Sementara itu, Pemkot Samarinda juga telah menyiapkan mekanisme pembayaran tagihan bagi pelanggan jargas melalui Bank Samarinda. Manajemen BUMD tersebut telah berkomunikasi dengan PT PGN selaku operator terkait kanal pembayaran.
“Secara infrastruktur Bank Samarinda siap. Kita tinggal menunggu respons dari PT PGN,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan