SAMARINDA – Sampah botol plastik masih menjadi persoalan di sejumlah saluran drainase Kota Samarinda. Kondisi itu ditemukan tim swakelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda atau Hantu Banyu meski pembersihan dilakukan secara rutin.
Kepala UPTD Pemeliharaan Drainase dan Saluran Irigasi DPUPR Samarinda Akhmad Supriyadi mengatakan, tim Hantu Banyu secara bergiliran menyusuri saluran drainase di berbagai ruas jalan. Botol plastik menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan.
“Kalau masalah banjir itu biasanya selama kemarau, tim menemukan botol-botol masih banyak. Itu jadi masalah,” ujarnya, Rabu (7/10).
Menurutnya, tumpukan sampah cukup sering ditemukan di sejumlah ruas jalan besar. Di antaranya Jalan PM Noor, Jalan Pangeran Suryanata, Jalan Perjuangan, hingga Jalan Pangeran Antasari.
Baca Juga: Jalan RE Martadinata Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Drainase Baru 30 Persen
Sampah yang telah dibersihkan juga dapat kembali masuk dan menumpuk di saluran setelah hujan. Kondisi itu terjadi ketika aliran air membawa sampah dari permukaan jalan menuju drainase.
“Apalagi beberapa waktu lalu sempat hujan setelah musim kemarau yang cukup lama. Begitu disapu hujan, aliran air membawa tumpukan botol-botol dan akhirnya menumpuk di saluran,” katanya.
Akhmad mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan persoalan drainase tidak hanya bergantung pada kegiatan pembersihan. Perilaku masyarakat dalam membuang sampah turut menentukan kelancaran fungsi saluran.
“Karena sampah ini fungsi drainase jadi tidak maksimal,” jelasnya.
Dia berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase. Sebab, sampah yang menyumbat aliran air berpotensi mengganggu fungsi drainase dan telah menjadi persoalan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kami berharap warga bisa peduli bersama menjaga lingkungan. Jangan sampai sampah yang sudah dibersihkan kembali masuk ke saluran,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan